Politik

Jangan Ragukan Kemampuan Perempuan dalam Politik!

Dewi Suyasa: Dukung Massker Menuju Karangasem The Spirit of Bali

KARANGASEM, BaliPolitika.Com– Perempuan memiliki karakteristik yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi krisis. Tak bisa dipungkiri, secara naluriah, perempuan jauh lebih cermat dibandingkan pria, khususnya masalah keuangan. Tak terkecuali dalam kancah politik. Ketua DPRD RI Puan Maharani, putri mantan Presiden RI ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri itu mengajak kaum perempuan agar tak ragu aktif berdemokrasi.

Kadek Weisya Kusmia Dewi, anggota DPRD Karangasem Fraksi Gerindra menilai kaum perempuan memiliki nilai tawar yang sama bahkan lebih dibandingkan politisi pria. Khusus Bali, istri Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Suyasa itu mengatakan politisi perempuan kini lebih diterima masyarakat. “Lolosnya 52 legislator perempuan: 9 di DPRD Provinsi Bali dan 43 di DPRD kabupaten/kota se-Bali menjelaskan bahwa masyarakat Bali telah menerima peran serta perempuan dalam kancah politik,” ucapnya, Kamis (22/10/2020).

Dewi Suyasa- panggilan akrab Kadek Weisya Kusmia Dewi- menyebut peran perempuan setara dengan kaum laki-laki. Keduanya memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi serta ikut berkontribusi dalam pembangunan pemerintahan di daerahnya masing-masing.

“Begitu pula halnya dengan pemilihan kepala daerah di Bali. Periode 2016-2021, dua daerah kabupaten dipimpin oleh bupati perempuan, yakni Bupati Kabupaten Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti dan Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Sumatri. Dan untuk periode 2020-2024, Mas Sumatri kembali maju mencalonkan diri sebagai Bupati Karangasem berpasangan dengan I Made Sukarena,” jelasnya sembari mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendukung Massker (Mas Sumatri-Sukarena).

Sebagai satu-satunya perempuan yang berani maju dalam Pilkada Serentak 2020, Dewi Suyasa menilai Mas Sumatri tak gentar melanjutkan pembangunan Kabupaten Karangasem ke tangga ke-6, 7, 8, 9. Dengan kata lain, ungkap Dewi Suyasa, Mas Sumatri kini tinggal melanjutkan perjuangan menuju Karangsem the Spirit of Bali yang diapresiasi pemerintah pusat. Meski diterpa bencana alam erupsi Gunung Agung, tegasnya Mas Sumatri tetap tegar dan tak surut mengabdi untuk masyarakat Bumi Lahar.

“Pergerakan dalam politik praktisnya nyata secara signifikan. Massa yang jelas, pengalaman yang relevan, serta memiliki kemampuan untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan publik, baik melalui lembaga-lembaga representasi politik formal maupun informal. Dengan kompetensi tersebut, secara otomatis menampik komentar-komentar miring bahwa kemampuan perempuan dalam kancah politik diragukan,” ungkap politisi murah senyum itu.

Lebih lanjut, Dewi Suyasa menegaskan di zaman teknologi 4G seperti sekarang ini, perempuan jangan hanya pasrah menjadi follower. “Sebaliknya, harus ikut serta dalam berpolitik praktis hingga perempuan tidak lagi digunakan sebagai alat legitimasi politik semata. Mas Sumatri merupakan kebanggaan kaum hawa, kaum perempuan. Sama seperti Megawati Soekarno Putri dan politisi perempuan lain, Mas Sumatri adalah wujud pencapaian politik sekaligus kesetaraan. Mari dukung politisi perempuan mengabdi untuk masyarakat. Coblos Nomor 2!” tutupnya. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker