Gaya HidupKuliner

Geprek Celeng Tabia Meulig Spesial New Normal

Denpasar (BaliPolitika.Com) – Ingin merayakan era new normal pasca “mesekeb” di rumah akibat virus corona? Warung Vidi jawabannya. Cicipi gurihnya menu ayam betutu kuah, goreng, atau panggang yang diolah dengan bumbu khas Bali. Nikmatnya sampai ke sumsum tulang sebab saat dimasak racikan bumbu dimasukkan ke perut ayam. Anda dijamin puas. Selain segar, ayam betutu Warung Vidi dijamin montok; pas dinikmati untuk satu keluarga.

Bila ingin mencicipi varian kuliner khas Bali lain seperti tipat cantok, rujak kuah pindang, gula bali, dan serut sambil cuci mata plus mencium aroma tanah persawahan tengan kota, Warung Vidi juga pilihan tepat. Suasana di warung yang berlokasi di Jalan Bantan Kangin No. 8, Kulibul Kawan, Tibubeneng, Canggu, Badung itu memungkikan Anda untuk melepas lelah dan stress sambil berkumpul bersama keluarga atau orang terkasih. Berkomitmen memperkenalkan kuliner lokal kepada turis mancanegara, Warung Vidi juga menyediakan western food. Antara lain sandwich dan pasta. Tak sedikit turis mancanegara yang iseng mencoba menu lokal racikan Warung Vidi dan akhirnya kecantol, khususnya ayam betutu, tipat cantok, dan rujak.

“Saya merintis bisnis ini mulai tahun 2015. Kala itu saya mempromosikan betutu lewat media online. Di sanalah saya bisa berbagi rasa dengan ciri khas bumbu bali racikan sendiri. Karena diminati masyarakat dan kebetulan punya warisan tanah yang tak ingin saya jual, di tahun 2016 akhirnya saya buka Warung Vidi. Banyak varian menu yang saya kombinasikan: balinese, indonesian, dan western food. Namun, roh Warung Vidi adalah bumbu bali,” ungkap owner Warung Vidi, I Made Agus Mardika Yasa.

Bojes- sapaan akrab Agus Mardika Yasa- tak main-main terjun ke bisnis kuliner. Bekal 7 tahun bekerja sebagai chief di salah satu hotel di Kuta membuatnya optimis bersaing menyajikan cita rasa istimewa. Karena mengutamakan rasa, meski baru berusia 3 tahun, Warung Vidi mendapat tempat spesial di hati pecinta kuliner.

Menariknya, Anda tak perlu bingung membawa tas belanja saat membeli ayam betutu khas Warung Vidi. Sebab, pesanan tersebut telah ditempatkan pada wadah khusus berupa besek yang terbuat dari anyaman bambu. “Kami berusaha semaksimal mungkin mendukung program Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka pengurangan sampah plastik,” ungkap ayah dua anak asal Banjar Padang, Kerobokan, Badung itu.

Selain melayani pesanan pesta ulang tahun, meeting, reuni, arisan, dan sejenisnya, Warung Vidi juga menerima pesanan di luar yang tersaji dalam daftar menu, yakni rayunan Ida Pedanda. “Upacara keagamaan dan yadnya di Bali tidak akan pernah surut. Dalam perkembangannya, kini banyak pesanan khusus untuk konsumsi yang dihaturkan kepada para pemuka agama (Hindu, red) dan saya mengambil kesempatan ini. Selain bisnis juga untuk mempersembahkan makanan terbaik dan tentunya sukla,” ungkap pria yang pernah berkecimpung di usaha pembuatan dupa selama 5 tahun sembari bekerja di hotel.

Di tahun 2020, tepatnya mengawali era new normal Bojes menegaskan akan tetap berpijak pada bumbu tradisional Bali. Salah satu surprise untuk pelanggan setia Warung Vidi adalah menu special geprek celeng tabia meulig. Terdiri atas 3 tingkatan pedas sesuai jumlah cabai yang digunakan, yakni tabia ganas 5, tabia ganas 15, dan tabia ganas 25. “Bumbu racikan langsung owner tentu lebih nendang loh. Jadi jangan sampai kelewatan nggih sameton. Menu niki sebenarnya sudah ready disajikan mulai, Rabu, 1 Januari 2020. Sekarang saya kenalkan ulang dalam rangka menyambut era new normal,” ucap sang owner yang juga dikenal karena racikan lawarnya yang menggetarkan lidah.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker