Pendidikan

Yudhi Saputra, Sekretaris Rektor yang Jadi Dekan di Usia 29 Tahun 

SAH: Rektor Universitas Bali Internasional (UNBI), Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD- KHOM lantik I Gusti Ngurah Made Yudhi Saputra, S.Kep., M.M. sebagai Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan UNBI, Kamis (29/7/2021).

 

DENPASAR, BaliPolitika.Com- I Gusti Ngurah Made Yudhi Saputra, S.Kep., M.M. terpilih sebagai dekan termuda di Indonesia, yakni 29 tahun. Pria  kelahiran Bandung, 28 Agustus 1991 itu dilantik oleh Rektor Universitas Bali Internasional (UNBI), Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD- KHOM sebagai Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan UNBI, Kamis (29/7/2021).

Usia yang terbilang muda tak menghalangi sosok yang akrab disapa Yudhi meraih prestasi. Dalam kepemimpinannya, ia mendukung program pemerintah “Merdeka Belajar – Kampus Merdeka” yang merupakan kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Baginya program tersebut  bertujuan mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan sebagai bekal memasuki dunia kerja. 

Merespons program pusat, Yudhi menyebut pihaknya telah melakukan penyesuaian kurikulum sehingga lulusannya terserap dunia kerja. Memasuki revolusi industri 4.0 yang serba digital, sang dekan juga memastikan Fakultas Ilmu- Ilmu Kesehatan UNBI selalu upgrade alias tidak ketinggalan zaman. Tegasnya, pandemi Covid-19 membuat loncatan transformasi digital lebih cepat. Untuk memberikan yang terbaik kepada mahasiswa UNBI, maka menjadi keharusan para doen untuk lebih lihai menggunakan piranti teknologi informasi. 

“Padahal sebelum pandemi, pembelajaran lewat teknologi (e-learning) sulit diterapkan sepenuhnya oleh Indonesia, tapi pandemi telah memaksa sektor pendidikan termasuk UNBI berbasis digital, kecuali mata kuliah yang memerlukan praktek,” tandasnya. Terlahir dari pasangan I Gusti Putu Sukarteja dan Ni Ketut Watri, Yudhi optimis dan akan menunjukkan pengabdian terbaik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia tak malu mengaku terinspirasi dan belajar banyak dari sosok Prof. I Made Bakta yang merupakan mantan Rektor UNUD, perguruan tinggi negeri tertua di Bali. 

Pelajaran yang diterima dari Prof Bakta ungkapnya sungguh berharga. Mulai dari dirinya bekerja sebagai pegawai Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia menanjak posisi sekretaris Rektor Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali yang saat ini naik kelas menjadi Universitas Bali Internasional (UNBI). “Keberhasilan itu diraih tidak terlepas dari pengalaman pahit dalam hidupnya (Prof. Bakta, red),” ujar Yudhi yang tinggal di Jero Tanjung, Br. Kaja Kangin, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi Badung.

Sejarah hidup Yudhi penuh tantangan. Ia lahir prematur di umur usia 5 setengah bulan dalam kandungan. Untuk berjuang hidup, satu lubang hidungnya dialiri oksigen dan nutrisi di lubang lainnya. Selamat dari kelahiran prematur, Yudhi ditakdirkan sebagai juara. Selama menempuh pendidikan, ia langganan juara lomba akademik dan non akademik. 

Pernah saat kelas 1 SD, ia diminta untuk kembali ke TK karena meskipun kemampuan akademik teruji, tetapi usia dan fisiknya belum mumpuni. Dari jenjang TK inilah bakatnya diasah sedemikian rupa. Menariknya, mulai TK hingga ke jenjang perguruan tinggi, Yudhi selalu memperoleh kepercayaan sebagai ketua kelas. Hobi yang digelutinya sejak duduk di bangku SD adalah menulis Bali dan menggambar. Saat SMP ia melatih diri di bidang tarik suara. Di jenjang SMA, Yudhi mendalami beragam keahlian. Ia pernah mewakili Kabupaten Badung dalam lomba dharma wacana tingkat provinsi.

Yudhi menempuh pendidikan di TK Dwi Kumara Cemagi (1997-1998), SD Negeri 2 Cemagi (1998-2004), SMP Widya Bhuana Munggu (2004-2007), SMA Negeri 2 Mengwi (2007-2010), Prodi S1 Keperawatan STIKes Wira Medika PPNI Bali (2010-2014), Prodi Profesi Ners STIKes Wira Medika PPNI Bali (2014-2015), Magister Manajemen Universitas Pendidikan Nasional (2015-2017) dan kini sedang aktif sebagai Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran  FK UNUD.

Ia mengawali karier sebagai pegawai Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia (2015-2016), Sekretaris Rektor Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali (2016-2019), dosen Program Studi Administrasi Rumah Sakit UNBI (2017-saat ini), (Wakil Dekan Fakultas Ilmu- Ilmu Kesehatan UNBI (2019-2021), Direktur Utama PT Bali Internasional Press (2020-saat ini) dan Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan UNBI (2021- saat ini). 

Di lingkungan tempat tinggalnya, ia dipercaya memimpin beberapa tugas khusus universitas oleh Prof. Bakta. Di antaranya sebagai konsultan akreditasi, konsultan marketing, pembina unit inkubator bisnis, dan ketua tim khusus pengembangan institusi seperti penyusunan program studi baru, perubahan bentuk perguruan tinggi, dan sejenisnya. (tim/bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker