Hukum & Kriminal

Video Porno Miha Nika Komersial, Aparat Diminta Tegas

DENPASAR, BaliPolitika.Com- Film hot bule Rusia, Miha Nika, 21, berdurasi 3 menit 44 detik yang diduga berlokasi di Gunung Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, menyita perhatian banyak orang. Salah satunya Nyoman Mardika. Dedengkot Yayasan Manikaya Kawuci sekaligus pengamat kebijakan publik itu mengatakan apa yang dilakukan Miha Nika dan pasangannya salah tempat. Terlepas dari ranah privasi si bule Rusia, Mardika menduga ada motif bisnis alias mencari keuntungan lewat aktivitas seks yang dilakukannya di alam bebas.

“Bagi saya sebuah perilaku bule tersebut tidak patut. Lebih-lebih dilakukan di tempat terbuka. Seks merupakan bagian dari hidup manusia, tetapi tidak patut dilakukan di alam semesta. Tidak pantas. Apalagi diduga dilakukan di Gunung Batur yang merupakan wilayah sakral, khususnya bagi umat Hindu Bali. Semoga pengelola Batur dan aparat berwenang menyelidiki kasus ini hingga pelaku bisa dimintai keterangan. Jika memenuhi unsur pidana, semoga ditindak tegas,” harapnya.

Mardika meyakini dalam budaya Eropa, seks di alam bebas tidak dibenarkan. Apalagi dalam budaya Timur; lebih tidak dibenarkan. “Bukan berarti saya menunjukkan sikap fanatik yang berlebihan, tapi ini memang tidak patut dilakukan. Sebagai turis harusnya Miha Nika paham sedang berada di Indonesia, khususnya Bali. Ia harusnya menghormati adat dan budaya kita. Kalau itu (seks, red) dilakukan di ruang privat silakan. Bagi saya aktivitas pornografi semacam ini, lebih-lebih dikomersialkan, jelas tidak benar,” tandasnya.

Lebih jauh, Mardika mempertanyakan konten porno Miha Nika yang dikomersialkan Pornohub. Dengan kata lain, aksi tersebut memiliki motif mencari keuntungan dengan menjadikan lokasi di Bali sebagai objek penggarapan konten porno tersebut. “Ini wewenang kepolisian serta Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Otomatis film ini akan ditonton masyarakat luas. Jangan sampai seolah-olah di Bali dibenarkan perilaku pornografi di alam terbuka. Jika tidak ditindak, tentu pemikiran semacam itu bisa muncul,” bebernya sembari berharap keberadaan si bule harus ditelusuri oleh Imigrasi.

“Aparat penegak hukum harus bertindak tegas. Perlu dicek visa kedua warga negara asing itu datang ke Bali. Apakah dia berwisata atau bekerja? Tentu kalau PornHub legal, tentu seharusnya mereka mengurus izin produksi film porno di Bali. Apakah ada izin untuk itu? Ini juga perlu ditelusuri,” telisik pria asli Tabanan itu.

Mardika menambahkan kasus serupa pernah menghebohkan masyarakat, yakni produksi film porno di Danau Beratan, Tabanan. Sayangnya, kasus asusila itu berlalu begitu saja. Jika Miha Nika juga berlalu begitu saja, Mardika khawatir hal tersebut menjadi angin segar bagi produksi film-film porno berikutnya di Bali. Ia berharap fakta-fakta itu harus disikapi sesuai regulasi hukum dan budaya. “Budaya di Bali dan Eropa tidak membenarkan garapan pornografi. Lebih-lebih di alam terbuka. Seharusnya ada pelarangan secara kultural. Entah apa sanksi yang diberikan. Ini silakan ditentukan oleh desa adat masing-masing,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, model berkebangsaan Rusia bernama Miha Nika merupakan aktris sekaligus model PornHub. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan lewat akun Instagram Minanika69, sang model diketahui berusia 21 tahun. Ia mendadak jadi buah bibir karena PornHub, perusahaan industri film porno asal Negeri Paman Sam, Amerika Serikat memposting aktivitas seksual yang dilakukan sang model di puncak Gunung Batur, Kintamani, Bangli. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker