Pemerintahan

“Terpental”, Golak Tak Ikut Sesi Wawancara dengan Giri Prasta

MANGUPURA, BaliPolitika.Com- Direktur Utama PDAM Tirta Mangutama Badung dipastikan berubah wajah. Sempat diprediksi calon kuat, I Ketut Golak, SH “terpental”. Hanya tiga nama, yakni Wayan Suyasa, S.Sos. MM, Made Suarsa, ST, dan Made Sugita SH didampingi anggota pansel yang mengikuti sesi wawancara akhir dengan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Puspem Badung, Senin (15/2). Ketiganya lolos sebagai tiga besar usai melewati Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) seleksi calon Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama berdasarkan Berita Acara No. 20 /II/Pansel/2021.

Usai sesi wawancara, di hadapan anggota pansel dan calon direksi, Giri Prasta menyebut bahwa Perumda Air Minum Tirta Mangutama memiliki peran sangat vital karena berfungsi menyediakan kebutuhan dasar berupa air untuk masyarakat dan dunia pariwisata di Kabupaten Badung. Sang bupati berpesan kepada calon direksi terpilih agar bekerja baik serta mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dengan mengedepankan soliditas dan integritas agar mampu memberikan pelayanan prima kepada semua pelanggan.

“Saya ingin calon direksi disaat sudah bekerja nanti agar mengedepankan rasa kebersamaan, bekerja bersama, dan berhasil bersama. Jangan sampai ada overlapping satu sama lain,” pesannya sembari mengajak calon direksi berinovasi dan bekerja secara efektif serta efisien. Termasuk menciptakan suasana kerja yang nyaman.

“Dengan menggabungkan pemikiran satu dengan yang lainnya akan menghasilkan bentuk ide yang jauh lebih efektif dan lebih baik. Sehingga dengan kolaborasi bersama. Maka tercipta solusi yang lebih optimal bagi setiap permasalahan yang ditemui,” ujarnya.

Giri Prasta meminta calon direksi tak hanya fokus pada distribusi air, tapi harus mampu menjaga dan menciptakan sumber mata air bahan baku demi stabilitas pasokan air kepada pelanggan akan terjaga dengan baik. “Suatu saat nanti saya ingin Pemkab Badung melalui Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Mangutama mampu memberikan air secara gratis kepada masyarakat. Untuk itu saya ingin perusahaan ke depannya melakukan upaya konservasi lingkungan dengan melaksanakan penanaman pohon penghasil air seperti loa, pule, dan beringin sehingga akan muncul sumber mata air di masa yang akan datang. Karena kebahagiaan terbesar sebagai manusia, ketika kita mampu membuat sesuatu legacy untuk kebahagiaan dan kesejahteraan orang banyak,” tegasnya. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker