Pemerintahan

Sekda Gianyar Minta Jangan Salahkan Aparat Bila Bubarkan Kerumunan Upacara

GIANYAR, BaliPolitika.Com- Fatalitas atau jumlah kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Gianyar sangat tinggi. Menduduki posisi ke-2 di bawah Kota Denpasar. Dari 607 kematian hingga Rabu, 20 Januari 2021, 92 di antaranya berasal dari Kota Seni Gianyar.

Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan Gianyar yang merupakan penyangga kabupaten/kota di Bali akan menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) lebih ketat. Terhitung mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.

“Apapun yang jadi keputusan provinsi demi kebaikan bersama kita ikuti. Pusat menentukan Badung dan Denpasar PKM diperpanjang. Itu berarti kita sebagai penyangga pada intinya kita ikut,” ungkapnya dalam rapat koordinasi perkembangan penanganan Covid-19 di lantai II ruang sidang utama kantor Bupati Gianyar, Kamis (21/1/2021).

Wisnu tak memungkiri Gianyar sejauh ini belum mampu menekan angka perkembangan kasus Covid-19. Oleh sebab itu ditekankan bahwa pelaksanaan upacara keagamaan oleh masyarakat harus menerapkan prokes ketat. Atas masalah yang timbul dalam upacara tersebut menjadi tanggung jawab mutlak pelaksana.

“Jadi jangan salahkan polisi nanti kalau membubarkan kerumunan upacara. Mulai hari ini kita ketat,” ungkapnya. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker