Politik

Sanjaya-Koster Kompak Ingkar Janji Soal Jalan Hotmix

Putrayadi: Tabanan Butuh Padi, Profesional dan Andal

TABANAN, BaliPolitika.Com– Tabanan membutuhkan wajah baru, Anak Agung Ngurah Panji Astika-I Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi) alias Padi. Wajah lama, yakni pasangan calon (paslon) yang diusung PDIP, I Komang Gede Sanjaya dan I Made Edi Wirawan (Jaya-Wira) telah terbukti gagal. Tidak sekali, melainkan berulangkali. Di antaranya janji pendirian kembali Patung Wisnu Murti di catus pata perempatan agung Desa Adat Kediri dan Desa Adat Banjar Anyar. Janji itu diucapkan tahun 2014 dan tak terwujud hingga kini atau sudah berusia 6 tahun.

Janji I Komang Gede Sanjaya pada Minggu, 13 Oktober 2015 bahwa pembangunan jalan rusak akan tuntas seluruhnya bila terpilih sebagai Wakil Bupati Tabanan di periode kedua juga terbukti gagal. Padahal kala itu Sanjaya menegaskan bahwa program unggulan hotmik jalan kabupaten 100 persen merupakan komitmen politik yang harus ditepati.  “Kami pertaruhkan semua kemampuan untuk memuluskan semua program unggulan tersebut,” tegasnya kala itu.

Sebagaimana diketahui, ada 4 program unggulan yang disampaikan Sanjaya 5 tahun silam. Selain menargetkan hotmik jalan kabupaten 100%, juga membeli gabah sehat dari petani dengan harga pasti di atas harga pasar oleh BUMDES dan BUMD. Program lainnnya, yakni menargetkan RSUD beroperasi penuh di Nyitdah berkapasitas 400 tempat tidur kelas III dan memfasilitasi upakara adat Bali secara berkelompok atau massal.

Tak hanya Sanjaya, rekam jejak digital menunjukkan Wayan Koster juga mengucapkan janji jika terpilih sebagai Gubernur Bali akan menggelontorkan anggaran untuk infrastruktur jalan di Tabanan. Janji yang diucapkan di Lapangan Wagimin, Tabanan, Minggu (21/1/2018) itu pun terbukti hanya bualan belaka. “Astungkara hanya dalam dua tahun jalan sepanjang 250 kilometer yang belum dihotmix akan dihotmix,” kata Koster 2 tahun silam.

Menyikapi kondisi miris tersebut, I Wayan Sarjana, Ketua DPD NasDem Tabanan mengajak masyarakat agar sadar dan tidak terus-menerus jadi korban. Sarjana berharap Panji-Budi mewujudkan janji untuk memberdayakan masyarakat jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tabanan.  “Masyarakat Tabanan hanya sebagai penonton saja. Itulah fakta di lapangan. Panji-Budi memberikan harapan bagi Tabanan untuk keluar dari jurang keterpurukan. Semoga kesempatan ini tidak disia-siakan,” ucap Sarjana yang 2015 silam tarung sebagai Calon Bupati Tabanan 2015-2020.

Sekretaris DPD NasDem Tabanan, I Made Putrayadi menambahkan jika terpilih, Panji-Budi dipastikan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, bukan Bupati Partai Politik. “Masyarakat ingin ada sebuah perubahan di Tabanan. Soal Panji-Budi tak akan jadi Bupati Parpol sudah kita sepakati. Tidak ada istilah lagi perbaikan atau pembangunan hanya dilakukan di daerah yang berwarna tertentu saja, tapi menyeluruh. Visi-misi Panji Budi juga lahir setelah menyerap aspirasi masyarakat. Melalui diskusi, rapat-rapat, dan sejenisnya,” ucap Putrayadi.

Ditambahkannya, Panji-Budi adalah sosok profesional yang benar-benar dibutuhkan Tabanan jika ingin keluar dari keterlambatan di berbagai sektor. “Calon kami fresh. Sebagai pengusaha keduanya berhasil. Calon di sebelah kita sudah tahu semua kinerjanya seperti apa. Sekarang kita kembalikan ke masyarakat. Yang sebelumnya, kinerjanya sudah kelihatan. Bersama Panji-Budi kami memiliki keyakinan akan tatanan baru dan Tabanan yang maju. Tabanan butuh Panji-Budi, profesional dan andal,” tegas politisi murah senyum itu. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker