Kesehatan

Sambut New Normal, RS Puri Raharja Sipkan Layanan Terbaik

Denpasar (BaliPolitika.Com) – Persiapan pelaksanaan protokol tatanan normal baru alias new normal yang dicetuskan oleh Presiden RI, Joko Widodo menjadi perhatian serius Rumah Sakit Umum (RSU) Puri Raharja. Direktur RSU Puri Raharja, dr. I Nyoman Sutedja, MPH menegaskan komitmen untuk tetap produktif dan aman Covid-19 merupakan keharusan di era new normal. Dalam posisi ini, dr. Sutedja menyebut RSU Puri Raharja berkomitmen menciptakan kualitas dan profesionalisme rumah sakit dalam rangka melindungi keselamatan pasien. Jadi, jangan ragu memanfaatkan RSU Puri Raharja sebagai pilihan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik.

“Kami telah mendesain agar masyarakat yang memanfaatkan jasa RSU Puri Raharja senantiasa menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, dan tidak berkerumun. Intinya mengacu pada protokol kesehatan Covid-19. Para tenaga medis kami telah menggunakan APD (alat perlindungan diri) yang lengkap,” ucapnya ditemui beberapa waktu lalu. dr. Sutedja menekankan bahwa new normal dimulai dari lingkup keluarga. Berbekal kesadaran setiap individu dari lingkungan sosial terkecil (keluarga, red), maka gelombang kedua pandemi Covid-19 akan bisa dihindari. “PHBS, pola hidup bersih sehat sebenarnya sudah ada dari dulu.

dr. I Nyoman Sutedja, MPH mengakui bahwa sehat itu mahal dan penyakit bisa meruntuhkan sebuah negara. “Mari mulai dari diri sendiri. Kami RSU Puri Raharja senantiasa mengedukasi bahwa virus korona harus ditangkal mulai dari lingkungan keluarga. Jika berkunjung ke RSU Puri Raharja, di segala sudut sudah kami siapkan hand sanitizer. Kamar-kamar kami dengan desain lama, tinggi dan berjendela sangat menguntungkan pasien di masa pandemi ini. Sinar matahari leluasa masuk ke kamar pasien dan AC bisa dimatikan. Kuman pun tidak berkumpul di kamar,” ungkapnya sembari menyebut pihaknya juga memberlakukan aturan ketat terkait jam berkunjung.

Menariknya, RSU Puri Raharja menyiapkan poliklinik khusus dan penanganan tersendiri bagi pasien yang menunjukkan suhu tubuh tinggi saat dites. “Kami menyiapkan tiga ruangan UGD untuk menyaring pasien. Sehingga jika seandainya ada OTG, ODP tidak bercampur dengan pasien lain. Kalau perlu dirujuk, kami tinggal kontak rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah,” tegas dr. Sutedja.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker