EkbisPemerintahan

Rumah Keong UKM Khas Nusa Penida

 

KLUNGKUNG, Balipolitika.com- Meski terdampak pandemi Covid-19, sejumlah pelaku usaha produk olahan khas Nusa Penida tetap berupaya untuk produktif. Sejumlah bahan produk, seperti rumput laut, mangga atau poh, kelapa dan singkong disingkat Rumah Keong, menjadi fokus pemerintah daerah untuk menelurkan produk turunan yang bisa menjadi produk khas Nusa Penida. Bahkan, salah satu KWT (Kelompok Wanita Tani) sudah menggarapnya menjadi produk UKM.

 

 

Potensi rumah keong ini digarap bekerja sama dengan Kedutaan Besar Kanada. Guna membangun kembali potensi Nusa Penida, pascasektor UKM terpuruk akibat pandemi COVID-19. Tidak ada wisatawan, jangan merasa hilang segala-galanya. Sudah banyak status pusat yang kita sandang. KSPN, KKP, sumber bibit sapi Bali, pulau energi terbarukan, coral triangle dan banyak lagi. Seharusnya sudah menjadi destinasi unggulan di Bali. Selanjutnya mari tetap fokus garap potensi ini.

 

Bupati Suwirta mengatakan pemerintah pusat bekerja sama dengan Kanada, untuk melakukan pembinaan terhadap UKM di Nusa Penida. Kerja sama ini salah satunya dengan membuat pelatihan, untuk membuat produk turunan sejumlah potensi, yang disebut rumah keong. Seperti rumput laut, mangga atau poh, kelapa dan singkong. Seperti rumput laut, ini mata pencaharian paling menjanjikan di Nusa Penida sejak dulu, jauh sebelum era pariwisata. Rumput laut modal sedikit tapi hasilnya besar.

 

Rumput laut saat ini harga mengalami fluktuaktif. Padahal, minat kembali menggeluti rumput laut kembali tinggi di Nusa Penida. Khusus untuk produk turunan, seperti dodol dan sabun dari rumput laut, sedang dilakukan pelatihan. Maka, melihat potensinya, selain melakukan produk olahan, Bupati Suwirta juga berharap Duta Besar Kanada bisa memotong jalur distribusinya agar proses ekspor semakin pendek. Sehingga harga rumput bisa semakin bagus.

 

Nantinya produk turunan dari potensi rumah keong ini, kata Bupati Suwirta agar memiliki brand khusus. Nanti seluruh produknya dipasarkan dalam satu brand dan terus dikembangkan. Sehingga bantuan dana dari Kedutaan Besar Kanada tidak hanya selesai saat pelatihan, namun nantinya berkelanjutan.

 

Duta Besar Kanada Cameron MacKay melalui penerjemahnya menyampaikan bahwa Kanada sejak lama sudah menjadi teman dekat Indonesia. Sebagai sesama negara besar, ada area di mana keduanya bisa saling belajar dan bekerja sama. Sebelum pandemi Covid-19, kerja sama keduanya berjalan sangat baik dan saling menguntungkan. Mulai dari kerja sama perdagangan, pendidikan, bahkan wisata. Ia berharap itu bisa kembali seperti semula layaknya sebelum pandemi melanda. (dah/bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker