Kesehatan

Rawan Tertular COVID-19, Ini Tips Bagi Penderita Diabetes, Jantung, Gagal Ginjal, Stroke, dan Kanker

 

JAKARTA (BaliPolitika.Com) – Anda penderita hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke dan kanker? Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro berbagi tips agar tidak terinfeksi Covid-19. Dokter berparas bidadari itu menjelaskan bahwa terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan bagi para penyandang penyakit tidak menular (PTM) yang berpotensi tinggi menjadi penyakit penyerta atau komorbid sehingga sangat rentan jika teinfeksi di masa pandemi COVID-19.

Tips tersebut antara lain menjaga asupan makanan dan minuman, menjalankan kebiasaan sehat dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, terutama pemeriksaan dengan dokter yang telah mengetahui rekam medis para penyandang PTM.

“Konsultasi dengan dokter apabila memungkinkan dengan bantuan telemedis atau konsultasi online. Tentunya diupayakan dengan dokter yang sudah mengetahui rekam medis kita,” ujar Dokter Reisa saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta (8/7).

Dokter Reisa juga menyampaikan sembilan tips tambahan bagi para penyandang PTM. Bagi penyandang PTM yang berusia 50 tahun ke atas, diharapkan dapat tinggal di rumah untuk mengurangi potensi tertular COVID-19.

“Pertama, tetap berada di rumah, terutama bagi yang berusia 50 tahun ke atas,” jelasnya. Kedua, meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, hindari gula dan lemak berlebih. Selain itu konsultasikan dengan dokter terkait suplemen atau multivitamin yang dapat dikonsumsi. “Ketiga, jaga jarak minimal 1-2 meter, hindari kerumunan atau keramaian,” lanjutnya.

Mencegah perpindahan droplet yang berpotensi menularkan virus SARS-CoV-2, lakukan cuci tangan dengan sabun dengan air mengalir selama minimal 20 detik. Jika tidak memungkinkan, gunakan hand sanitizer yang mengandung 60 persen alkohol.

Selanjutnya, gunakan masker jika harus keluar rumah. Keenam, hindari menyentuh wajah, hidung, mata dan mulut sebelum mencuci tangan.

“Ketujuh, upayakan aktivitas fisik selama 30 menit per hari atau dapat disesuaikan dengan saran dokter guna meningkatkan imunitas tubuh. Namun, hindari aktivitas dengan intensitas yang tinggi,” jelas Dokter Reisa.

Kedelapan, istirahat yang cukup selama 6-8 jam sehari untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Jika mulai merasa stres, bingung dan takut, bicarakan perasaan tersebut pada orang yang dipercaya. Saling menguatkan dapat menjadi obat dari rasa stres. Terus beribadah, membaca buku, mendengar musik atau melakukan aktivitas lain yang dapat membantu melawan rasa cemas.

Dokter Reisa menambahkan bagi masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah yang disiarkan resmi setiap hari.

“Hanya percaya yang terbukti kebenarannya. Hindari mitos dan hoax yang membuat anda panik,” tambahnya.

Terakhir, Dokter Reisa mengimbau masyarakat yang merasa sehat agar tetap melakukan deteksi dini ke rumah sakit melalui screening minimal enam bulan hingga satu tahun sekali. Beberapa hal yang perlu dipantau adalah tekanan darah, gula darah, indeks berat badan dan indikator kesehatan personal lainnya. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker