EkbisPemerintahan

Putri Koster: Jangan Batasi Jam Buka Pasar Tradisional

Pasar Tani Bali Menuju Organik

Denpasar (BaliPolitika.Com) – Tak henti-hentinya Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali, Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster berbuat untuk masyarakat di masa pandemi Covid-19. Berlokasi di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Jumat (3/7), wanita yang 40 tahun lebih bergelut di dunia seni sastra tanah air itu menghadiri pasar tani “Bali Menuju Organik” ke-4 dan menyerahkan bibit tanaman kepada sejumlah pihak. Ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap hari Jumat oleh Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Bali.

Sembari tak bosan-bosannya memberikan edukasi tentang penerapan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker, ada hal menarik yang disampaikan istri orang nomor 1 di Pulau Dewata. Putri Koster mengutarakan pandangan bahwa peken alias pasar tradisional idealnya dibuka tanpa batasan jam untuk mengurangi adanya kerumunan. “Sebaiknya pasar tradisional tidak dibatasi jam bukanya, karena secara tidak langsung akan mengakibatkan bertumpuknya kerumunan akibat pembeli yang datang ke pasar saat jam yang sudah ditentukan. Namun jika pasar tradisional tidak ditentukan jam bukanya, maka pembeli pun akan datang pada jam yang tidak terbatas, sehingga dapat menghindari kerumunan,” ujar ibu dua anak itu.

Putri Koster menekankan pasar tani yang digelar rutin menjadi hal yang sangat positif dan patut diapresiasi. Namun dengan catatan perlu melibatkan lebih banyak petani agar semakin bervariasi dalam hal pilihan dagangan yang disiapkan. Selain itu dengan teknologi, petani juga dapat mempromosikan hasil panennya kepada masyarakat luas. Hal ini merupakan salah satu imbas dari pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini. Mengakibatkan adanya beberapa wilayah yang memberlakukan peraturan jam buka bagi pasar tradisional.

Bunda Putri- sapaan akrab Putri Koster- juga mengingatkan pola belajar menabung. Diambil dari beberapa persen penghasilan didapat. Hal ini yang membuat masyarakat bisa survive dalam kondisi wabah seperti yang saat ini terjadi. Pihaknya juga mengajak agar semua pihak mengikuti anjuran dan imbauan pemerintah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di manapun berada. Hakikatnya terang Bunda Putri imbauan yang dikeluarkan semata-mata untuk kepentingan bersama dan keselamatan semua pihak.

Ditambahkannya, pemerintah harus ada ketika masyarakat membutuhkan. Pemerintah juga harus mengedukasi mengajak masyarakat secara umum mandiri dan kreatif. “Bukan berarti kita harus diam di rumah tanpa harus memikirkan cara mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Petani dan kita semua harus berdiam diri di rumah, tetapi kita harus memiliki inovasi dalam meneruskan hidup dan menghasilkan uang di masa pandemi ini. Namun, harus tetap mengutamakan protokol kesehatan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan pasar tani dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Bali Wayan Koster. Terobosan ini dilakukan untuk memberikan peluang bagi para petani untuk dapat bertemu langsung dengan konsumen sehingga harga jual mereka akan seimbang dengan jerih payah mereka semasa menanam dan merawat hasil kebun mereka. Pertimbangan inilah yang membuat acara digelar rutin setiap hari Jumat.

Imbuhnya, warga sekitar yang ingin langsung berbelanja dari tangan pertama (petani) dipersilahkan langsung untuk datang dan berbelanja di pasar tani yang diselenggarakan di areal kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memfasilitasi bagi petani untuk bertemu dengan konsumen secara langsung, karena selama ini petani mengalami kesulitan dalam pemasaran. “Saat ini salah satu kendala petani mengalami kesulitan dalam pemasaran karena hotel dan restoran sebagian besar tutup akibat pandemi, sehingga kegiatan pasar tani ini disambut baik oleh para petani binaan dinas” tegasnya.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker