Politik

PPKM Darurat-Level 3 Usai, Netizen Badung Tanya BLT Sampai Di Mana

BE LELE BE JAIR: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang kerap mengutarakan tagline bebe lele be jair, RCTI Oke dalam kampanye Pilgub 2018 silam.

 

MANGUPURA, BaliPolitika.Com– Minggu, 25 Juli 2021 menjadi hari terakhir pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 (21-25 Juli 2021) di Provinsi Bali. PPKM Level 3 ini merupakan lanjutan dari PPKM Darurat yang diberlakukan selama 18 hari mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Di masa PPKM Darurat dan PPKM Level 3-4 ini, pemerintah pusat kembali merogoh kocek sebesar Rp 55,21 triliun yang diperuntukkan untuk bantuan sosial. Jumlah ini terbilang kecil dibandingkan kucuran dana sebelumnya, yakni masing-masing Rp 669,44 Triliun dan Rp 225, 44 Triliun. Walau jumlahnya sangat fantastis, tak semua masyarakat terjangkau.

Beruntung bagi mereka yang ber-KTP Badung. Pasalnya, khusus di Kabupaten Badung, Bupati I Nyoman Giri Prasta punya jurus jitu menyiasati BST oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia yang hanya menyasar 14.132 KK dengan nominal Rp 600 ribu per KK untuk dua bulan. Sebanyak 98.830 KK Badung yang tidak masuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) yang digelontorkan pemerintah pusat tetap bisa tersenyum. Seluruhnya tanpa kecuali dijanjikan BLT APBD Badung senilai Rp 300 ribu per bulan atau Rp 29.649.000.000 (Rp 29,6 Miliar) untuk 98.830 KK.   

Namun, hari demi hari berlalu sejak pertama kali di-launching, 98.830 KK dominan belum menerima apa yang dijanjikan Sang Bupati Bares- julukan Giri Prasta. Pertanyaan demi pertanyaan pun berhamburan di jagat media sosial. Tagline KBS yang lekat dengan program Bupati Giri Prasta pun diplesetkan: Kartu Badung Sehat menjadi Krama Badung Sabar. Hal itu ditulis pemilik akun facebook Krisna Made, Minggu (25/7/20210 di grup facebook Suara Badung. 

“Suba hampir aminggu liwat Pak Bupati nyerahang bantuan di Wantilan Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung, adi sing ada tuun ke masyarakat ane ngelah KK Badung? Kepada pihak yang menyalurkan bantuan, mohon info dan kepastian. Napi polih napi nenten? (Sudah hampir seminggu lewat Pak Bupati menyerahkan bantuan di Wantilan Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung, kok tidak ada turun ke masyarakat yang memiliki KK Badung? Kepada pihak yang menyalurkan bantuan, mohon info dan kepastian. Akan dapat atau tidak?)” tanya akun facebook Gustu Artha di grup yang sama, Minggu (25/7/2021) “Sudah sampai di mana BLT-nya Pak,” tanya ratusan warga Badung lainnya. 

Sebagaimana diketahui, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menegaskan seluruh warga Bumi Keris non penerima bantuan pemerintah pusat akan diberikan bantuan untuk mewujudkan sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tak hanya masyarakat umum, ASN, TNI, dan Polri juga akan diberikan BLT yang bersumber dari APBD Badung. 

“Sederhananya begini, misal Banjar A berapa mendapatkan bantuan dari kemensos, baik itu PKH, BPNT, BST. Ada pula bantuan BLT DD yang disalurkan Kemendes. Nah, di luar semua bantuan dari Kemensos dan Kemendes, semua warga Badung itu dapat BLT murni dari APBD Kabupaten Badung. Tidak terkecuali, semua KK dapat. Urusan untuk nantinya ada yang mengembalikan karena sudah merasa mampu diberikan kepada yang lebih membutuhkan itu luar biasa sekali,” ungkap Giri Prasta berapi-api dalam penyaluran simbolis BLT APBD Badung tahap 1 dan 2, Senin (19/7/2021) dan Rabu (21/7/2021) lalu.

Giri Prasta bahkan menerangkan bahwa pihaknya sudah mendata dengan baik di 46 desa dan 16 kelurahan. Semua perbekel dan lurah ungkapnya sudah melakukan validasi data yang disinergikan dengan data dari dukcapil Badung untuk pembagian BLT Rp 300 ribu bagi 98.830 KK dengan total anggaran Rp 29.649.000.000. (tim/bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker