Politik

Partai Berkarya Peduli Ekonomi Rakyat Bali

Bimtek, Borong Baju Barong Hingga Nonton Kecak Uluwatu

DUKUNGAN NYATA: Kader Partai Berkarya se-Indonesia usai menikmati suguhan Tari Kecak Uluwatu sambil menikmati sunset.

 

NUSA DUA, BaliPolitika.Com– Belum hoki di Pemilu 2019 tak membuat Partai Berkarya kendor. Sebaliknya, partai politik yang merupakan fusi atau gabungan Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik ini terus berjuang merebut simpati rakyat. Buktinya, meski syarat masuk Provinsi Bali relatif sulit dengan diberlakukannya kembali syarat Swab PCR di Bandara Internasional Ngurah Rai, Partai Berkarya di bawah kepemimpinan Mayor Jenderal TNI (Purn) Muchdi Purwoprandjono tetap memilih Bali untuk menyelenggarakan persiapan menuju kontestasi Pemilu 2024 yang sudah di depan mata.

Ratusan kader partai politik yang didirikan 15 Juli 2016 dan mendapatkan legitimasi hukum serta dinyatakan sah pada 17 Oktober 2016 sesuai SK Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ini tampak khusyuk mengikuti Gala Dinner Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD Provinsi, Anggota DPRD Kabupaten/Kota DPW Partai Berkarya seluruh Indonesia dan DPP Partai Berkarya di The Laguna and Luxury Collection Resort, Nusa Dua, Bali, mulai Senin (25/10/2021) hingga Rabu (27/10/2021).

Ketua Umum Partai Berkarya, Muchdi Purwoprandjono menyiratkan program ekonomi kerakyatan seperti memberikan bantuan kepada petani, nelayan, hingga usaha kecil dan menengah tetap harus berlanjut sesulit apapun cobaan yang menghadang. Tegasnya trilogi pembangunan telah mendarah daging pada setiap insan Partai Berkarya. Stabilitas keamanan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan pemerataan pembangunan menjadi acuan utama pergerakan Partai Berkarya di tingkat akar rumput, termasuk di Pulau Dewata Bali. 

Di Kabupaten Jayapura, Papua, ungkapnya Partai Berkarya tampil dengan meraih 2 kursi dari 20 kursi atau 10 persen. Demikian pula halnya di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Di sini Partai Berkarya hadir dengan 4 kursi dari total 35 kursi yang diperebutkan atau lebih dari 10%. 

“Kalau baru muncul saja masing-masing daerah sudah dapat 10 % atau kalau misalnya di DPRD seperti Papua itu ada 3 kursi DPRD Provinsi dari 55 kursi (Deki Nawipa, H. Junaedi Rahim, dan Elvis Tabuni, red), maka di Pemilu 2024 tidak mustahil kita memperoleh suara di atas 5 persen sehingga bisa menempatkan kader terbaik di tingkat pusat (DPR RI, red),” tegasnya. 

Menyuntikkan semangat bagi para kadernya, Muchdi Purwoprandjono menegaskan bukan perkara sulit Partai Berkarya tampil terdepan di Pemilu 2024 jika seluruh kader mau bersatu dan bergotong royong merebut simpati rakyat. 

Menyimak laporan Ketua Panitia Bimtek, Muchdi Purwoprandjono merinci total 99 anggota legislatif Partai Berkarya se-Indonesia, baik tingkat kabupaten dan provinsi hadir di Bali. “Mudah-mudahan bimbingan teknis yang kita laksanakan bisa menjadi bekal untuk pemilu yang akan datang,” harapnya. 

“Mudah-mudahan kehadiran kami di Bali berarti sehingga pertumbuhan ekonomi di Republik Indonesia, khususnya di Bali bisa segera tumbuh sesuai yang kita harapkan bersama,” tutupnya. 

Imbas kehadiran kader Partai Berkarya di Bali seperti apa yang disampaikan Muchdi Purwoprandjono bukan isapan jempol belaka. Seluruh kader yang hadir diketahui kompak membeli baju barong yang dipesan di Dewata Kaos Denpasar. Pernak-pernik khas Bali, yakni udeng atau destar juga dipesan khusus bagi kader pria dan sarung pantai bagi kader wanita. 

“Kami juga membuat jadwal khusus bagi para kader agar bisa belanja oleh-oleh di sejumlah tempat. Pada acara perdana, Senin (25/10/2021) kami juga sengaja mengundang penari joget untuk melepas kerinduan pada Bali yang selama hampir 2 tahun merana karena korona. Kami tidak berani menawar harga yang ditawarkan sekehe joget asli Jimbaran ini,” ucap Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Berkarya Bali, Anak Agung Ayu Dewi Darmayanti ditemui di lokasi acara. 

Tak hanya itu, ratusan kader Partai Berkarya se-Indonesia juga sengaja hadir di sejumlah titik untuk menikmati keagungan budaya Bali. “Kami hadir dan memesan tiket khusus ke Garuda Wisnu Kencana dan menonton Tari Kecak sambil menonton matahari terbenam di Pura Uluwatu. Koordinasi dengan pihak DTW kami lakukan lebih awal sehingga mereka bisa bersiap-siap menyambut kami. Partai Berkarya sadar DTW tersebut belum berani buka setiap hari karena masih lesunya kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata,” tutupnya. (bp) 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker