Ekbis

Pandemi, PLN Jual Listrik Rp 140,5 T Paruh Pertama 2021

Naik 3,7%, Tahun Lalu Rp 135,4 T

APRESIASI: Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury (kiri) dan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B), Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/8/2021).

 

JAWA BARAT, BaliPolitika.com– PT PLN (Persero) terus mendorong digitalisasi guna memacu gerak, cara berpikir baru, hingga pengambilan keputusan yang lebih cepat. Penerapan transformasi ini merupakan cara PLN mengakselerasi visi perusahaan, yakni perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara dan nomor 1 pilihan pelanggan.

Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury mengapresiasi capaian program digitalisasi PLN. Dia menjelaskan sejatinya bisnis PLN sangat digital. Yang namanya listrik tidak bisa dipisahkan dari budaya digital.

“Digitalisasi menjadi salah satu cara untuk melakukan monitoring bagaimana efektivitas, utilisasi, maupun kondisi dari aset PLN,” ujar Pahala di sela kunjungan ke PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) yang berlokasi di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/8/2021).

Saat ini, Kementerian BUMN memonitor secara langsung implementasi program digitalisasi PLN. Pertama adalah penerapan dari Smart Grid dan Smart Meter. Kedua, strategi Digital Distribution Excellent, Digital Procurement, dan Digital Maintenance.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan perkembangan teknologi jadi bagian dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, PLN tidak mungkin bisa mengelola dengan semuanya dengan cara-cara yang masih manual.

“Kami semua berharap dengan penerapan transformasi ini maka upaya mencapai visi tersebut bisa lebih terakselerasi. Kami terus berinovasi dalam banyak hal, dari hulu sampai hilir, dari sisi energi primer, pembangkitan, sampai pada peningkatan kepuasan bagi pelanggan,” katanya.

Zulkifli menambahkan digitalisasi akan membuat PLN bisa bergerak dengan cara pikir baru, cara berkomunikasi yang lebih efisien, cara memonitor yang lebih luas jangkauannya dan lebih terintegrasi, dan juga cara pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Beberapa capaian program digitalisasi yang berhasil mendorong kinerja ialah transformasi Dispatch Opimization dan Digital Procurement. Transformasi Dispatch Opimization menjadikan pengaturan sistem kelistrikan andal, kualitas dan ekonomis. Transformasi Digital Procurement menjadikan proses pengadaan terdigitalisasi secara end to end sehingga proses menjadi lebih transparan, simpel, dan efisien.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, sejumlah prioritas program digitalisasi PLN. Saat ini, lanjutnya, PLN tengah membangun smart grid. “Pertama kita mendigitalisasi pembangkit. Kemudian PLN melakukan digitalisasi distribusi dan transmisi. Selain itu, juga digitialisasi advance meter ke infrastruktur PLN,” katanya.

Selain mengapresiasi capaian transformasi digital PLN, Wamen BUMN juga angkat jempol terkait capaian kinerja keuangan perseroan. Dia menambahkan, di tengah kondisi PPKM Darurat, inisiatif yang dibangun PLN berhasil mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 7,07 persen pada kuartal II 2021.

Di tengah tekanan pandemi Covid-19, PLN berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 6,6 triliun hingga semester I 2021. Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi PLN semester I 2021 (unaudited) yang diterbitkan pada 28 Juli 2021,PLN mampu mencetak peningkatan penjualan tenaga listrik Rp 140,5 triliun pada paruh pertama 2021, atau naik 3,7 persen dibandingkan capaian semester I 2020 sebesar Rp 135,4 triliun.

“Terima kasih kepada PLN, sampai dengan saat ini dari kinerja keuangan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Sampai dengan Juni 2021 PLN sudah membukukan pendapatan di atas Rp 12 triliun, ini berarti kinerja keuangan PLN bisa dijaga dengan baik,” tambahnya. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker