Pariwisata

Ny. Putri Koster Komitmen Angkat Martabat Bunga Kasna

KARANGASEM, BaliPolitika.Com- Taman Edelweis Karangasem menjadi salah satu obyek wisata baru di Bali yang saat ini tengah menjadi incaran para penggiat wisata. Edelweis atau bunga kasna mengakar dalam kehidupan masyarakat Bali, khususnya Karangasem. Selain spesifik, bunga istimewa yang tumbuh subur di bongkol Gunung Agung ini dinilai selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang diperjuangkan Gubernur Bali Wayan Koster. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster menegaskan Pemprov Bali berkomitmen membangun masyarakat secara sekala niskala lewat bunga kasna.

“Melestarikan bunga kasna sekaligus mengangkat perekonomian masyarakat bongkol (lereng, red) Gunung Agung. Efek sosial kemanusiaannya juga ada. Sekarang taman bunga kasna baru sebatas dijadikan objek wisata. Ke depan, Dekranasda Provinsi Bali berkomitmen memperluas pemakaian bunga kasna. Memposisikan bunga kasna menjadi hasil kerajinan dan memberi manfaat bagi petani. Koperasi bunga kasna bisa menggawangi cita-cita luhur itu,” ucap Ny. Putri Koster di hadapan masyarakat pengelola Taman Edelwies, Banjar Dinas Temukus, Desa Besakih, beberapa waktu lalu.

Ny. Putri Suastini berharap masyarakat setempat berpikir dan bersikap jauh ke depan. Terbuka pikirannya untuk mengelola tanah sendiri, menanami bunga kasna, melakukan manajemen profesional, dan sejahtera. Dekranasda Bali ungkapnya siap mengangkat martabat bunga kasna, baik dari aspek bisnis maupun karya artistik alias produk dengan bahan dasar bunga kasna.

“Untuk membumikan bunga kasna, khususnya di Bali, antara lain bisa lewat lomba merangkai kasna yang diikuti perangkai bunga seluruh Bali. Dibarengi dengan pembinaan dan pendampingan masyarakat setempat serta pendirian koperasi sehingga petani tidak dimanfaatkan pengijon atau tengkulak. Lewat sosialisasi, pembinaan berkesinambungan, dan edukasi kepada masyarakat saya optimis permintaan bunga kasna meningkat. Petani akhirnya bisa naik Inova; sejahtera. Ngiring sareng-sareng memperjuangkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tandas Ny. Putri Koster.

Hulu dan hilir bunga kasna, imbuhnya wajib dipersiapkan sejak awal jika Karangasem optimis menjadikannya sebagai maskot dan peluang bisnis. Pasalnya, ketika kasna dibutuhkan, permintaan akan naik sehingga persediaan alias stok harus dijaga. Lahan bunga kasna juga harus diperluas dan harga dijaga. “Dengan komitmen kuat, saya optimis bunga kasna masuk ke industri bisnis bunga. Bunga kasna sangat mungkin selevel dengan anggrek. Masuk ke ruangan private pemerintahan dan hotel bintang lima. Dalam acara di Bali Fantastic, Gianyar beberapa hari lalu, panggung dirias bunga kasna. Sangat indah. Warna putih keperakan akibat pantulan cahaya lampu sungguh memikat. Kasna akan dibutuhkan para ABG, anak bongkol gunung. Mari sejahtera berbekal bunga karena. Ke depan, mulai dari bibit sampai panen dikelola masyarakat setempat. Yang menanam, membibit adalah sameton Karangasem,” tegas Ny. Putri Suastini.

Ketua Dekranasda Kabupaten Karangasem, Ny. Sarini Artha Dipa berterima kasih atas dorongan Ny. Putri Koster menjadikan bunga kasna sebagai maskot Karangasem. Bunga yang hidup di sisi barat daya lereng Gunung Agung itu juga dinilai mampu mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. “Dekranasda Karangasem melihat bunga kasna sebagai komoditi yang sangat bagus dan menarik dikelola. Setelah sosialisasi bunga kasna secara masif, bunga kasna bisa jadi maskot Kabupaten Karangasem,” ungkap istri Wakil Bupati Karangasem, Wayan Artha Dipa.

Thomas Raja Santosa, Advisor Taman Edelweis Bali menilai webinar merupakan salah satu sarana efektif mensosialisasikan potensi bunga kasna di masa pandemi Covid-19. “Kami hadir ke Jaya Sabha menemui Ibu Ketua TP PKK dan Dekranasda Bali terkait persiapan webinar tentang pemanfaatan bunga kasna dari aspek bisnis, sosial, dan budaya. Potensi tanaman edelweis atau kasna ini sebagai bahan minyak wangi dan dupa serta teh (di Jerman, red) juga patut dilirik,” ungkapnya. Asnawa Bermoeda, Vice Advisor Taman Edelweis Bali sepakat dengan ide webinar tersebut.

Sementara itu, I Wayan Sudiana, Ketua Pengelola Taman Edelweis Bali menyebut taman bunga kasna saat ini dikelola 37 orang dengan 9 orang karyawan. “Efek bunga kasna sangat besar bagi lingkungan, khususnya retribusi desa adat. Bergeliat masyarakat kami karena bunga kasna. Saat ini yang ditanami di Taman Edelweis Bali seluas 1 hektar. Total yang bisa ditanami 3 hektar. Kami perkirakan dari 200 hektar wilayah pendukung, lahan yang diperuntukan untuk bunga kasna mencapai 5-10 hektar,” ungkapnya sembari menyebut bunga kasna menjadi salah satu sarana penunjang upacara agama atau ritual Agama Hindu jelang perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker