Pariwisata

Kran Wisata Buka 9 Juli, Stakeholder Pariwisata Bersuka Cita

Denpasar (BaliPolitika.Com) – Kabar pembukaan “kran pariwisata” secara bertahap yang disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menjamu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Wishnutama Kusubandio disambut penuh suka cita. Wakil Ketua DPP IHGMA Bali, Dr. (Cand) I Made Ramia Adnyana, SE, MM, CHA menilai langkah tersebut sangat tepat. Asalkan protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin, rencana tahapan-tahapan pembukaan sektor pariwisata Bali mulai 9 Juli 2020 merupakan sebuah keniscayaan.

Kepada awak media, Kamis (18/6) malam, Ramia mengaku pada intinya stakeholder pariwisata Bali sudah siap ketika kran pariwisata dibuka kembali. Insan industri pariwisata jelasnya sudah menyiapkan dan melaksanakan SOP kesehatan sesuai Protocol Covid-19. “Kami juga menyiapkan 5 pillars untuk mengantisipasi diberlakukannya New Normal. Contactless, yaitu mengurangi contact langsung dengan dengan wisatawan. Cleanliness menjaga hygiene and sanitazation terhadap semua product yang digunakan untuk melayani tamu. Health menjaga pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi dan berolahraga guna menjaga imunitas tubuh kita. Safety yaitu tetap menjaga jarak aman minimal 1 meter melalui pshycal distancing. Extra Mile yaitu melakukan extra effort untuk memberikan service terbaik kepada wisatawan dengan surprise dan delight sehingga tamu merasa nyaman, aman, dan merasa di rumah sendiri,” ujarnya optimis.

Optimisme yang sama, terang pria asal Karangasem itu terekam dalam webinar nasional dengan tema “Strategi Komunikasi Pariwisata dalam Menghadapi New Normal Life” yang diprakarsai Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Bali dan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Bali, Kamis (18/6) pagi. Acara yang didukung oleh 3 universitas, yaitu Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS), Universitas Udayana, dan Universitas Dwijendra antara lain mengupas kesiapan industri pariwisata, khususnya di Bali terkait pelaksanaan SOP sesuai protokol kesehatan dan Covid-19.

Diikuti kurang lebih 126 peserta. Mereka sangat seksama memperhatikan webinar dan interaksi yang sangat bagus utk menanyakan kesiapan terkait new normal. Terkait pembukaan 9 Juli 2020 ini sangat tepat karena selama ini tidak ada kejelasan sehingga kesannya digantung. Nah, sekarang kan minimal kita ada timeline yang bisa diikuti oleh industri untuk membuat perencanaan. Kita perlu waktu untuk mengkomunikasikan persiapan mitigasi SOP ke bisnis partner kita,” tegas pria murah senyum itu.

Tujuan dilaksanakan webinar nasional, terang Ramia antara lain untuk membuka khasanah keilmuan dan cakrawala berpikir secara komprehensif. Selain itu dapat memberikan strategi komunikasi dan pelayanan kepada para wisatawan, menciptakan produk-produk industri wisata, dan pelestarian budaya adat serta kearifan lokal (local wisdom) di masing-masing destinasi wisata. Webinar nasional tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pariwisata yang dapat dikelola menjadi sumber mata pencaharian, meningkatkan pendapatan, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola potensi yang ada di masing-masing wilayah, pengelolaan akomodasi (homestay dan lain-lain) dan transportasi (rent car dan lain-lain), kuliner, membentuk kelembagaan Desa Wisata, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). *

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker