Olahraga

Kodrat Bali Optimis Lanjutkan Tradisi Emas di PON XX Papua

SALAM NAFAS PERSAUDARAAN: Ketua KONI Badung, I Made Nariana, Ketua Umum Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Pengprov Kodrat) Bali, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya (3 dari kiri), Dewan Pelatih Kodrat Bali, dan Koordinator Pelatih Kodrat Badung, Sabtu (21/8/2021).    

 

DENPASAR, BaliPolitika.Com- Raihan 5 emas dan 2 perunggu di kualifikasi Pra Pekan Olahraga Nasional Papua XX membuat tim Tarung Derajat Bali melangkah dengan kepala tegak. Meski demikian, Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Pengprov Kodrat) Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka memastikan sejarah yang diukir di GOR Padjajaran, Bandung, Jawa Barat pada November 2020, tak akan membuat para atlet terbuai. Sebaliknya, menjadi pemantik untuk berlatih lebih giat guna mempertahankan prestasi. Selain menempa fisik atlet, Gung Cok- sapaan akrab Anak Agung Bagus Tri Candra Arka- menyebut mental para petarung senior putra dan putri Bali juga terus digenjot. 

Bali dinobatkan sebagai yang terbaik di kualifikasi menuju PON Papua 2020. Kami keluar sebagai juara umum dengan meraih 5 emas dan  2 perunggu. Tentu kami patut berbangga atas raihan prestasi itu, namun ini bukanlah akhir melainkan awal menapaki PON Papua sebenarnya yang digelar tahun ini,” ucap pria yang dikenal ramah itu. 

Berbekal kekompakan para atlet dan komunikasi yang terjalin baik dengan para pelatih, Gung Cok mengaku optimis raihan juara umum untuk kali pertama pada ajang Pra PON tersebut akan berakhir indah. “Kami bersyukur menjaga tradisi emas, sekaligus juara umum untuk pertama kalinya pada ajang Pra PON. Meskipun awalnya hanya membidik tiket lolos PON, tapi malah keluar sebagai juara umum,” ucap nahkoda Pengkab Kodrat Badung masa bakti 2021-2025 itu, Minggu (22/8/2021).

Gung Cok merinci Bali total meloloskan delapan petarung ke PON Papua 2020. Capaian itu berdasarkan perolehan tujuh medali (emas hingga perunggu) dan ada satu petarung atas nama Gede Dicky Handika Putra di kelas 58,1-61 kg lolos melalui babak play off. 

Ungkapnya, berbeda dengan Pra PON 2015 di mana Bali meloloskan 9 petarung pria ke PON 2016, tahun ini ada 2 petarung putri yang lolos, yakni Ni Made Yogi Astrini (kelas 58,1- 62 kg) dan Kadek Krisna Dewi (kelas 62,1- 66 kg). 

Petarung Bali lain yang lolos dari seleksi Pra PON Papua XX yang menganut sistem lebih ketat ini terdiri atas Ferdy Surya Dewa Yana kelas 49,1-52 kg putra, Dewa Komang Tri Darma Putra kelas 61,1-64 kg putra, I Made Ardi Arimbawa kelas 64,1-67 kg putra, dan Andre Surya kelas 75,1-80 kg putra. Rudy Nurudin kelas 55,1-58 kg putra dan lolos berkat raihan medali perunggu. 

Gung Cok bersyukur persiapan yang matang membuah hasil raihan medali di Pra PON Papua sehingga meloloskan 8 atlet ke ajang PON. Di tengah pandemi Covid-19, ia berdoa tren positif ini berlanjut sehingga Tim Kodrat Bali yang menunjukkan kegigihan di babak kualifikasi mampu tampil maksimal dan menunjukkan kualitas terbaik di ajang PON XX Papua.

“Kegigihan para petarung ini menghasilkan prestasi yang membanggakan. Padahal mereka baru pertama kali tampil di ajang selevel Pra-PON. Kerja keras membuat kami sukses mengawinkan gelar juara di dua event berbeda. Sebelumnya, Tarung Derajat Bali yang diperkuat atlet pelajar keluar juara umum dalam ajang Popnas 2019 di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat. Kala itu Bali menyabet 4 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu,” ungkap sosok yang juga aktif di sejumlah organisasi itu. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker