Olahraga

Kodrat Bali Akui Buta Kekuatan Lawan Jelang PON Papua XX

SALAM NAFAS PERSAUDARAAN: Ujian kenaikan tingkat Pengprov Kodrat Bali beberapa waktu lalu.

 

DENPASAR, BaliPolitika.ComPON Papua XX Papua tinggal menghitung hari. Perang psikologis dihadapi para atlet Tarung Derajat Bali sebelum berlaga di Gedung Serba Guna (GSG) Eme Neme Youware Mimika, 8-12 Oktober 2021 mendatang. Namun, berkat komunikasi yang baik antara atlet dan official serta pihak terkait lain, Ketua Umum Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Pengprov Kodrat) Bali, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya menyebut cobaan mental tersebut berhasil dilewati. Turah Joko- sapaan akrab I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya- pun menegaskan Tim Tarung Derajat Bali siap lahir batin bertanding ke Papua.

Para atlet tarung derajat Bali yang lolos seleksi Pra PON Papua XX adalah 2 petarung putri, yakni Ni Made Yogi Astrini (kelas 58,1- 62 kg) dan Kadek Krisna Dewi (kelas 62,1- 66 kg) dan enam petarung putra. Mereka terdiri atas Ferdy Surya Dewa Yana kelas 49,1-52 kg putra, Dewa Komang Tri Darma Putra kelas 61,1-64 kg putra, I Made Ardi Arimbawa kelas 64,1-67 kg putra, dan Andre Surya kelas 75,1-80 kg putra, dan Rudy Nurudin kelas 55,1-58 kg putra dan lolos berkat raihan medali perunggu. Sementara itu, Gede Dicky Handika Putra di kelas 58,1-61 kg lolos melalui babak play off. 

Meski mengaku siap lahir batin, Turah Joko menyebut masih meraba-raba peta kekuatan lawan saat ini. Sebelumnya, barometer tarung derajat adalah Jawa Timur, Jawa Barat, NTB, dan Aceh. Para atlet dari 4 provinsi inilah yang harus diwaspadai dengan tidak mengesampingkan atau menganggap remeh kontinen provinsi lainnya. “Paling tidak kita pernahlah try out dengan yang saya sebut sebagai barometer ini. Mudah-mudahan kalau PPKM berakhir. Kalau tidak (latih tanding, red), kita akan sangat buta terhadap kekuatan masing-masing. Karena mengacu Pra PON kemarin di Bandung ya nggak bisa kita pakai tolak ukur. Setahun bahkan 2 tahun adalah waktu yang sangat lama dan tidak lagi bisa dijadikan acuan mengukur kekuatan lawan. Fisik dan lain sebagainya pasti tidak maksimal. Makanya, perlulah sekali tryout atau latih tanding itu,” ungkapnya. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker