Ekbis

Jakarta Baru Start Vaksin, 2.700 Pelaut Bali Sudah Berlayar

Per 11 Juni, 12.566 Pelaut Bali Tervaksin

SEMANGAT: Sekretaris Jenderal Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Pusat (General Secretary of The Indonesian Seafares Union), I Dewa Nyoman Budiasa.

 

DENPASAR, BaliPolitika.Com- Mengusung tema Indonesian Heroes, Indonesian Ready Onboard Seafarers vaksinasi untuk pelaut dimulai di DKI Jakarta. Vaksinasi massal yang digelar DPP (Dewan Pimpinan Pusat) dan DPO (Dewan Penasihat Organisasi) Consortium of Indonesia Manning Agencies (CIMA) alias Konsorsium Perusahaan Pengawakan Kapal Indonesia itu dijadwalkan dimulai tanggal 14 hingga 18 Juni 2021 di kantor Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) Jalam Raya Ancol Baru No. 1 mulai pukul 07.00- 16.00 WIB.

Menjangkau 500 peserta per hari, vaksin untuk pelaut gratis. Namun, pelaut dikenakan biaya logistik sebesar Rp 83.436 per pelaut (staff kantor) untuk injeksi pertama sesuai pesan Whatsapp yang dikirim Ketua Bidang Hukum DPP/DPO CIMA, Angga Luthfi E. Untuk injeksi kedua, biaya logistik ditargetkan lebih murah. Jika di Jakarta vaksinasi baru mulai, Provinsi Bali diketahui sudah memberangkatkan kurang lebih 2.700 pelaut hingga minggu kedua bulan Juni 2021. Sementara jumlah pelaut yang menerima vaksin per Jumat (11/6/2021) sebanyak 12.566 orang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Bali.

“2.600 pelaut Bali sudah berangkat dari kurang lebih 500 kapal pesiar di dunia. Sampai minggu ini, 130 kapal melakukan persiapan operasional kembali berlayar alias cruising. Bahkan beberapa di antaranya sudah melakukan trial and error sembari menunggu dibukanya kembali daerah tujuan wisata,” ucap Sekretaris Jenderal Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Pusat (General Secretary of The Indonesian Seafares Union), I Dewa Nyoman Budiasa.

Atas penghargaan terhadap para pelaut Bali, Sekjen Dewa Budiasa mengucapkan terima kasih yang setinggi- tingginya kepada Gubernur Bali Wayan Koster dan Ibu Gubernur Bali Ni Putu Putri Suastini Koster. “Sementara di Jakarta vaksinasi untuk pekerja maritim baru dilakukan per Kamis, 10 Juni 2021. Vaksinasi pelaut di Jakarta ini jauh lebih lambat dibandingkan vaksinasi massal oleh Pemprov Bali yang divasilitasi KPI Cabang Bali,” urainya.

Ditambahkannya, vaksinasi di Bali berimbas positif pada pelaut. Pekerja kapal pesiar berbendera asing asal Pulau Dewata jauh lebih siap dibandingkan daerah lain di Indonesia bahkan dari negara lain penyuplai pelaut seperti Filipina dan India. “Vaksinasi berhasil membuat pelaut Bali masuk prioritas yang diberangkatkan kembali di masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Lebih jauh, kembali berangkatnya para pelaut Bali ini berdampak positif bagi Bali, khususnya di bidang perekonomian. Paling tidak membantu memulihkan kondisi ekonomi para peluat dan keluarganya serta masyarakat di sekitarnya. “Jika dihitung per kepala dengan gaji terendah 600 dollar per bulan atau tertinggi 3.000 dollar per bulan, misalnya 1.000 dolar dikirim ke Bali per bulan, maka dampaknya jelas. Apalagi 20.000 dollar. Dikalikan kurs rupiah Rp 14.168, 45 per dollar maka pemasukannya jelas. Para pelaut pun tentunya bisa bayar utang di bank yang selama ini tertunda,” bebernya. (tim/bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker