Ekbis

Jadi Pilot Project Kendaraan Listrik, Kadin Bali Antusias

DENPASAR, BaliPolitika.Com – Indonesia siap menjadi pemain utama kendaraan listrik, khususnya mobil. Penegasan itu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan pengecekan sejumlah fasilitas stasiun pengisian mobil listrik (charging station) di Bali. Kendaraan listrik disebut menawarkan manfaat lebih besar di samping hemat dan ramah lingkungan.

Mantan bos klub sepakbola Inter Milan itu juga menyebut mobil listrik jauh lebih irit dalam hal jumlah pengeluaran yang harus dibayarkan saat melakukan perjalanan. Dia mencontohkan, naik mobil listrik Jakarta-Bali hanya habis Rp 200.000. Sementara mengendarai kendaraan konvensional BBM, butuh bensin hingga Rp 1,1 juta.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, I Made Ariandi menyambut antusias rencana Pulau Dewata dijadikan pilot project kendaraan listrik di Indonesia. Selain sinergi dengan visi Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Ariandi menegaskan kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi atau gas buang sisa hasil pembakaran yang berbahaya bagi makhluk hidup, khususnya manusia.

“Dengan kendaraan listrik kita bisa menghemat impor minyak bumi sehingga mampu menekan defisit migas Indonesia. Kendaraan listrik adalah solusi ampuh menjauhkan generasi berikutnya dari emisi bahaya polusi asap. Yang terpenting, Indonesia mampu memproduksi kendaraan listrik sendiri karena bahan baku utamanya, yakni baterai sangat melimpah di Indonesia,” ucap pria asli Klungkung itu, Selasa (5/1/2021).

Ariandi menegaskan pengembangan industry kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan dukungan seluruh stakeholder, khususnya pengusaha. Rencana menjadikan Bali sebagai pilot project kendaraan listrik nasional ungkapnya merupakan peluang yang tidak boleh disia-siakan.

Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Energi dan Kelistrikan Kadin Bali, I Gusti Ketut Sukarba mengatakan Pemprov Bali bisa lebih masif memanfaatkan kendaraan listrik untuk kegiatan operasional seluruh dinas. Jika pejabat-pejabat di Bali memberi contoh pemakaian kendaraan listrik, Sukarba menilai masyarakat pun akan tergerak untuk mengonversi kendaraan konvensional miliknya ke kendaraan listrik.

“Misalnya, Bapak Ketua Kadin Bali memakai mobil listrik. Saya yakin seluruh pengusaha di Bali juga akan tergerak untuk memakainya,” tandas Sukarba yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (DPD AKLI) Wilayah Bali.

Ditambahkannya, kendaraan konvensional sudah saatnya digantikan perannya oleh kendaraan listrik. Biaya yang ditubuhkan dalam operasional kendaraan listrik jauh lebih murah dengan tetap mendapatkan kenyamanan berkendaraan yang sama.

“Baru-baru ini, dalam acara yang diikuti Pak Menteri BUMN Erick Thohir diketahui bahwa mobil listrik Jakarta-Bali hanya menghabiskan biaya Rp 200.000. Jika pakai kendaraan konvensional BBM butuh bensin hingga Rp 1,1 juta,” tegas Korwil Indonesia Timur DPP AKLI itu. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker