Ekbis

Hotel Mewah di Bali Bertumbangan? Badung Akui 532 Akomodasi Wisata Tutup

BADUNG, BaliPolitika- Sempat diralat April 2020 lalu, informasi bahwa Hotel Bintang 5 The Mulia Nusa Dua Bali dijual kembali santer, Kamis (1/10/1010). Penjualan hotel seluas 26 hektar dan ditunjang 526 kamar itu diunggah akun facebook Hani Hani. Harga yang dituliskan senilai Rp 9 Triliun rupiah. Namun, informasi itu hanya bertahan sehari. Pada Jumat (2/10/1010) informasi penjualan hotel mewah itu tak bisa diakses.

Sebagaimana diketahui Vania Sulistya, Communication Manager Mulia Resorts and Villas Nusa Dua Bali sempat menegaskan bahwa informasi penjualan tersebut adalah informasi keliru. “Pemberitaan tersebut bohong. Kami bisa memproses secara hukum pihak yang menyebarkan informasi keliru tersebut,” ucapnya dikutip dari Kontan.co.id.

Penelusuran yang dilakukan rumahdijual.com, dan rumah.waa2.co.id, www.99.co, www.rajacobrokeproperty.com juga pernah menginformasikan penjualan Hotel Mulia Nusa Dua. Selain Hotel Mulia, Balangan Wave Resort and Villa, Hotel Pop Teuku Umar Denpasar juga terpantau dijual. Founder TDW Group Tung Desem Waringin bahkan sempat mengaku bulan Juni 2020 lalu bahwa dirinya menerima data sekitar 40 hotel berbintang di Bali dijual karena terdampak pandemi Covid-19.

Sejumlah pelaku sekaligus pengampu pariwisata Bali, salah satunya Ketua Bali Hotel Association (BHA) I Made Ricky Dharmika Putra sempat menyebut informasi penjualan hotel akibat Covid-19 tersebut hoaks atau salah. Menariknya, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Ida Bagus Oka Dirga mengatakan hingga Kamis (1/10/2020) sebanyak 532 perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata seperti hotel, vila, maupun restoran tidak beroperasi alias tutup sejak Juli 2020. Imbasnya 42.409 orang pekerja dirumahkan dan 1.551 orang di-PHK. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker