Seni & Budaya

Gus Pada: Taksu Pura Titi Gonggang Luar Biasa

SUJUD BAKTI: Ida Bagus Pada Kusuma sembahyang di depan deretan pelinggih Pura Titi Gonggang yang digeser 300 meter ke arah utara.

 

KARANGASEM, BaliPolitika.Com- Pura Titi Gonggang, Desa Besakih, Karangasem memiliki taksu luar biasa. Hal itu diketahui Ida Bagus Pada Kusuma saat mengunjungi lokasi pemindahan sementara Bhatara-Bhatari Pura Suci Titi Gonggang yang berlokasi kurang lebih 300 meter ke arah utara. Di lokasi ini Gus Pada mendapati deretan pelinggih, yakni Pelinggih Pertiwi, Pelinggih Titi Gonggang, Pelinggih Sang Hyang Wiswakarma, dan Pelinggih Surya Upasaksi. Gus Pada pun langsung menghaturkan sembah bakti dibantu seorang pengempon pura setempat. 

“Jika Pura Titi Gonggang benar-benar dipindah, ini akan menjadi sebuah tragedi karena keberadaan pura suci ini telah direstui oleh leluhur-leluhur secara turun-temurun. Pelinggih-pelinggih ini seluruhnya sangat mataksu. Pelinggih Pertiwi berhubungan dengan bumi, Pelinggih Titi Gonggang, jalan menuju surga dan bumi, Pelinggih Sang Hyang Wiswakarma tentang wewangunan (arsitektur bangunan) bumi Bali, dan Pelinggih Surya Upasaksi ibarat matahari yang menjadi kunci peradaban manusia,” ujarnya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ida Bagus Pada Kusuma mewanti-wanti jangan sampai pura-pura suci di Bali dikamuflase oleh kepentingan segelintir oknum. Demi menghormati warisan serta jnana alias pengetahuan tinggi para leluhur, ia meminta agar pura tetap berada di tempatnya masing-masing. Jangan digeser atau dipindahkan.

“Biar umat yang mengejar pura, bukan tempat suci yang diatur untuk kepentingan umat. Saya yakin dan percaya umat di Bali akan sangat percaya dan mendukung Gubernur Bali bilamana hal ini (pemindahan, red) tidak terjadi,” ungkapnya saat meninjau langsung keberadaan Pura Suci Titi Gonggang, Desa Besakih, Minggu, (12/9/2021) siang.

Gus Pada- sapaan akrab Ida Bagus Pada Kusuma- menegaskan Pura Titi Gonggang dibangun berdasarkan jnana tinggi sehingga idealnya tidak dipindahkan satu sentimeter pun. Pemindahan hanya bisa dilakukan karena faktor bencana alam seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan sejenisnya. 

“Jika pura suci ini dipindahkan tentu akan menjadi keberatan bagi umat. Saya pribadi sangat keberatan sekali dan menolak hal itu. Mohon dengan sangat hormat agar pemerintah memperhatikan hal-hal yang bersifat sangat mendasar di Bali. Hal (peninggalan, red) yang sudah ada ini diganggu oleh perkembangan kemajuan daripada keinginan untuk melakukan modernisasi,” ucapnya. (tim/bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker