Pemerintahan

Giri Prasta: BLT APBD Wujud Pengamalan Sila 5 Pancasila

Sasar 98.830 KK, Walau Sedikit Bisa Tingkatkan Imun

BUPATI BARES: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan BLT APBD Badung Tahap II di Kecamatan Kuta Utara, Kuta, dan Kutsel, Rabu (21/7/2021). 

 

MANGUPURA, BaliPolitika.Com– Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta tuntas menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) PPKM Darurat Badung tahap 1 dan 2 kepada masyarakat. Sebagai wujud diskresi atau tindakan yang ditetapkan oleh pejabat pemerintah untuk mengatasi persoalan konkret masyarakat, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung itu me-launching penyerahan BLT untuk Kecamatan Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan di Wantilan Pura Dalem Dalung, Wantilan Pura Desa Kelan, dan Wantilan Desa Adat Pecatu, Rabu (21/7/2021). 

“Inilah wujud perhatian kami kepada masyarakat dan kami tidak akan mungkin tidak memperhatikan masyarakat dengan baik. Mari bergerak bersama-sama agar pandemi Covid-19 ini tidak menyebar dan bisa segera hilang dari muka bumi, khususnya dari Kabupaten Badung. Dan astungkara masyarakat Badung betul-betul luar biasa. Dua jempol kami berikan kepada masyarakat yang patuh dalam menerapkan prokes,” ujar Bupati Giri Prasta.

Dikatakan Bupati bahwa pemberian BLT merupakan wujud keseriusan dan komitmen pemerintah kepada masyarakatnya. “Paling tidak BLT ini bisa meningkatkan imun masyarakat ketika membutuhkan dana walaupun sedikit. Negara harus ada untuk masyarakatnya, dan Bupati harus hadir di tengah-tengah masyarakatnya sesuai dengan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Khusus penyaluran BST oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, Bupati Giri Prasta menyebut menyasar 14.132 KK Badung dengan nominal 600 ribu per KK untuk dua bulan. Pencariannya dilakukan lewat PT Pos. Bila ada warga yang tercecer dalam proses pendataan, Bupati Giri Prasta mempersilahkan warga Badung melapor melalui posko pengaduan 24 jam Dinas Sosial di nomor 081 238 000 544 dan 085 106 924 888. Sang Bupati menegaskan diperlukan sinergi masyarakat dan pemerintah untuk sama-sama berproses.

Lebih lanjut, Bupati Giri Prasta mengungkapkan fokus Kabupaten Badung dalam kondisi pandemi Covid-19 adalah pemenuhan ketersediaan Bed Occupancy Ratio (BOR) dengan segala fasilitas pendukungnya sehingga saat ada pasien, semua peralatan medisnya lengkap. 

Di samping itu, pihaknya juga menjalin koordinasi dengan semua pihak terkait kebutuhan oksigen bagi Badung. “Ke depannya, setelah pandemi ini, kami pastikan di Kabupaten Badung ada mesin oksigen sehingga kita distribusikan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Badung. Inilah hal yang paling prinsip yang harus kita lakukan dan saya kira itu semua sudah berjalan dengan baik dan kami selalu komunikasi dan bersinergi dengan satgas, provinsi dan pusat,” imbuhnya.

Salah satu warga penerima BLT PPKM Darurat APBD Kabupaten Badung, Hasan, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung atas perhatiannya kepada masyarakat di masa PPKM Darurat. “Karena selama ini pekerjaan saya cuma seorang sopir travel saja. Selama pandemi ini saya dirumahkan dan menunggu panggilan saja. Kita syukuri saja apa yang sudah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Badung dan sangat membantu kami masyarakat kecil,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Giri Prasta menegaskan sudah melakukan pendataan dengan baik di 46 desa dan 16 kelurahan yang ada di Badung. Semua perbekel dan lurah ungkapnya sudah melakukan validasi data yang disinergikan dengan data dari Dukcapil Badung. Sehingga ada 98.830 KK Badung yang masuk dalam kategori penerima bantuan langsung tunai yang bersumber dari APBD Kabupaten Badung di luar Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) yang digelontorkan oleh pemerintah pusat.

“Sederhananya begini, misal Banjar A berapa mendapatkan bantuan dari kemensos, baik itu PKH, BPNT, BST. Ada pula bantuan BLT DD yang disalurkan Kemendes. Nah, di luar semua bantuan dari Kemensos dan Kemendes, semua warga Badung itu dapat BLT murni dari APBD Kabupaten Badung. Tidak terkecuali semua KK dapat. Urusan untuk nantinya ada yang mengembalikan karena sudah merasa mampu diberikan kepada yang lebih membutuhkan itu luar biasa sekali,” ungkap Giri Prasta namun tidak menjelaskan kapan BLT Rp 300 ribu bagi 98.830 KK (senilai Rp 29.649.000.000, red) akan cair sepenuhnya. (tim/bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker