Pendidikan

Genjot Herd Immunity, Siswa Sakura Terima Sinovac Jilid 1 

SUPPORT MENTAL: Kepala SMAN 1 Kuta Utara, I Gusti Nyoman Naranata, S.Pd.,M.Pd. menyapa siswa dan memberikan dukungan psikologis agar tidak takut divaksin, Jumat (9/7/2021) pagi.

 

BADUNG, BaliPolitika.Com- 0,5 mililiter dosis vaksin Sinovac produksi PT. Biofarma disuntikkan masing-masing ke lengan 417 orang siswa SMA Negeri 1 Kuta Utara, Jumat (9/7/2021). 654 siswa lainnya direncanakan menerima suntikan yang sama pada Sabtu (10/7/2021). Khusus di Sakura- sebutan khas SMAN 1 Kuta Utara- rangkaian vaksinasi massal Covid-19 yang dicanangkan Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali sejak Senin (5/7/2021) dilakukan oleh vaksinator dari UPTD Puskesmas Kuta Utara mulai pukul 08.00 Wita. 

Kepala SMAN 1 Kuta Utara, I Gusti Nyoman Naranata, S.Pd.,M.Pd. menyebut vaksinasi yang digelar selama 2 hari tersebut menyasar siswa kelas XI dan XII. Dari total 1.485 siswa, terjaring 1.071 calon penerima vaksin. Beberapa siswa diketahui sudah melakukan vaksinasi mandiri bersama keluarga dan sisanya menderita penyakit bawaan atau komorbid sehingga membutuhkan rekomendasi serta perlakuan khusus pihak medis.

Untuk mendapatkan vaksinasi, siswa peserta vaksinasi dipersyaratkan membawa kartu keluarga (KK) atau dokumen lain yang mencantumkan nomor induk kependudukan (NIK). Selanjutnya, pencatatan peserta vaksinasi dimasukkan dalam aplikasi PCare sebagai kelompok remaja.

“Total 1.071 siswa kelas XI dan XII dari 30 rombongan belajar. Menerima vaksin Sinovac sebanyak 2 kali suntikan. Suntikan pertama dilaksanakan hari Jumat dan Sabtu ini. Tujuan vaksinasi Covid-19 ini adalah membentuk imun tubuh peserta didik. Jika 80 persen penduduk Bali divaksin, maka herd immunity akan terbentuk sempurna. Meski sudah divaksin, kami mengingatkan siswa untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan selalu ingat 6 M,” ucap I Gusti Nyoman Naranata. 

Pendidik asal Abiansemal, Badung itu menekankan pasca vaksinasi kedua siswa akan menerima sertifikat yang selanjutkan akan menjadi syarat administrasi dalam segala aspek kehidupan. Untuk memastikan seluruh pelajar Sakura divaksin, Naranata menyebut pihaknya melakukan pendataan lewat absensi siswa. Wali kelas menjadi perpanjangan tangan untuk mengetahui informasi detail mengenai kondisi individu siswa calon penerima vaksin. 

“Penyakit bawaan akan di-screening. Untuk itu kami tekankan agar siswa jujur kepada tim vaksinator. Kami berharap 100 persen siswa divaksin sama seperti guru dan staf pegawai di sekolah ini yang sudah seluruhnya divaksin. Dengan demikian pembelajaran tatap muka atau PTM akan bisa lebih cepat dilaksanakan,” ujar pria yang juga mengemban amanat sebagai Plt. Kepala SMA Negeri 2 Kuta Utara itu. Naranata tidak menampik PTM jauh lebih efektif dibandingkan sistem pembelajaran daring dan luring, khususnya menyangkut materi pembelajaran eksakta. 

“Vaksinasi hari pertama ini running mulai jam 8 pagi. Begitu datang, suhu tubuh setiap siswa dicek, wajib cuci tangan, pakai masker, absen di wali kelas masing-masing, sebelum akhirnya masuk ke bilik screening dan divaksin. Semoga situasi cepat pulih dan kita semua sehat sehingga bisa kembali hidup normal,“ harapnya. 

Khusus vaksinasi bagi siswa kelas X SMAN 1 Kuta Utara yang masuk di tahun akademik 2021/2022, Naranata menegaskan sejauh ini berjumlah 216 siswa yang tergabung ke dalam 6 rombongan belajar. Informasi vaksinasi akan diberikan menyusul. Demikian juga halnya dengan 3 rombongan belajar siswa kelas X SMAN 2 Kuta Utara yang untuk sementara waktu meminjam gedung di Sakura. 

Sebagaimana diketahui, Indonesia kini menggenjot program vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak berusia 12-17 tahun.  Hal ini dilakukan untuk mencegah semakin banyaknya anak yang terinfeksi dan dirawat intensif. Mengacu data resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019, hingga 29 Juni 2021 pukul 18.00 WIB, tercatat hampir 260 ribu dari sekitar 2 juta kasus terkonfirmasi merupakan anak-anak berusia 0-18 tahun dan 108 ribu kasus anak berusia 12-17 tahun. Dari jumlah ini, tercatat lebih dari 600 anak usia 0-18 tahun meninggal dunia. Case fatality rate pada 197 anak berusia 12-17 tahun sebesar 0,18 persen.

Dalam keterangan resminya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebutkan target pemerintah untuk program vaksinasi Covid-19 anak berusia 12-17 tahun sebanyak 32,6 juta anak. Pemberian dua dosis vaksin diberikan jarak atau interval minimal 28 hari. (tim/bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker