Ekbis

Fokus PMI Kembali Bekerja, Koster: Ada Kendala Kontak Saya!

Per 17 Mei 2021, 9.164 Pelaut Sukses Divaksin

BALI BANGKIT: Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sekretariat KPI Cabang Bali baru-baru ini.

 

DENPASAR, BaliPolitika.Com- Provinsi Bali masih belum bisa “hidup” mengandalkan sektor pariwisata. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Hanif Yahya mencatat pada kuartal I/2021, sektor pendulang devisa ini masih mengalami penurunan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 99,99 persen dibanding tahun sebelumnya. Belum pulihnya pariwisata Bali juga tecermin dari turunnya kedatangan penumpang domestik sebesar 69,36 persen. Rata-rata tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang pun jebol 76,75 persen.

Merespons suramnya sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, khususnya Pulau Dewata sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo 2 Maret 2020, Gubernur Bali Wayan Koster pun memutar otak. Memberangkatkan kembali para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di kapal pesiar berbendera asing menjadi salah satu prioritas mantan anggota DPR RI tiga periode yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu. Vaksinasi Covid-19 yang menjadi syarat mutlak PMI kembali berlayar pun digenjot.

Diketahui hingga Senin (17/5/2021), Pemerintah Provinsi Bali bekerja sama dengan Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) telah memfasilitasi pemberian imun kekebalan tubuh alias vaksin bagi 9.164 orang PMI. Suntikan vaksin Sinovac dan AstraZeneca tersebut dimulai sejak 31 Maret 2021. Total penerima vaksin tahap pertama berjumlah 7.987 dan vaksin tahap kedua sebanyak 3.180 orang PMI ber- KTP Bali.

Merespons komitmen nyata Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Cabang Bali, I Dewa Putu Susila mengucapkan terima kasih. Ungkapnya prioritas vaksin Covid-19 ini telah membuat sejumlah PMI kembali bekerja di luar negeri di tengah problematika ekonomi yang menerpa Bali. “Bapak Gubernur Bali Wayan Koster menyiapkan vaksin untuk para pelaut Bali yang pelaksanaannya difokuskan di Sekretariat KPI Cabang Bali, Istana Taman Jepun, Jalan Hayam Wuruk Tanjung Bungkak No.104H, Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur. Bahkan, dari rencana semula hanya 5.000 vaksin, Gubernur Koster kembali meningkatkan menjadi 100 persen atau lebih dari 10 ribu vaksin. Terakhir, Beliau berkomitmen menyiapkan vaksin berapa pun jumlah yang dibutuhkan,” ucap Dewa Susila ditemui Senin (17/5/2021) malam.

Berpegang pada komitmen tersebut, Dewa Susila menilai Gubernur Bali Wayan Koster tidak main-main memberangkatkan kembali PMI, khususnya pelaut di Bali. Prioritas Sang Gubernur juga dinilai sangat strategis mengingat dengan kembali bekerjanya PMI ini maka secara otomatis beban pemerintah akan diringankan. Di sisi lain, PMI akan kembali mendapatkan penghasilan yang serta merta akan membantu perputaran perekonomian Bali saat uang tersebut dikirim ke pihak keluarga.  Ungkapnya, sekitar 1.200 pelaut Bali sudah bisa kembali berlayar dan bekerja di Eropa dan Amerika. “Saya mewakili para pelaut Bali sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster dan stakeholder yang terlibat membantu vaksinisasi para pelaut,” ucapnya.

Lebih jauh, Dewa Susila tak menampik respons cepat Gubernur Koster menuai pujian dari dunia internasional di tengah persaingan ketat di industry kapal pesiar berbendera asing. Ujarnya, pelaut Indonesia, khususnya Bali sedang berkompetisi dengan PMI dari sejumlah negara yang juga berlomba-lomba kembali berlayar seperti Filipina, Singapura, Meksiko, dan sejumlah negara lain.

“Saat kami mengikuti virtual meeting Kementerian Perhubungan Laut dengan IMO (International Maritime Organization) yang berpusat di London, data KPI Cabang Bali ini dijadikan acuan dan dianggap berhasil memberi vaksin prioritas bagi pelaut. Data vaksinisasi pelaut Bali dijadikan parameter oleh IMO dan memosisikan Indonesia sebagai salah satu basis para pelaut sehat di masa pandemi Covid-19. Terima kasih Pemprov Bali. Terima kasih atas kerja keras Gubernur Bali Wayan Koster,” tandas Dewa Susila. Selain itu, Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Sistem Perlindungan PMI Krama Bali juga menuai pujian dunia internasional dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani.

“Baru pertama kali ada Peraturan Gubernur yang memberi perhatian dan perlindungan bagi PMI Krama Bali. Ini suatu kebijakan yang sangat nyata berpihak kepada PMI,” tandasnya seraya merinci dari 404 unit, kemungkin besar 20 hingga 30 persen kapal pesiar berbendera asing akan memulai pergerakan di dunia internasional pada Juni 2021. Yang pasti, imbuhnya akan ada trial and error pemberangkatan. “Kapal-kapal yang beroperasi ini mesyaratkan full vaksin ship. Artinya baik pekerja maupun penumpang wajib sudah mendapatkan vaksin,” tegasnya. Karena Juni 2021 sudah beroperasi, idealnya vaksinasi bagi para pelaut Bali sudah dimulai awal April 2021. “Dengan 2 kali suntikan dengan rentang maksimal antara suntikan pertama dan kedua selama 28 hari, maka pelaut Bali sekarang bisa kembali berangkat ke negara tempatnya bekerja. Ini berkat respon cepat Pak Gubernur,” puji Ketua KPI Cabang Bali.

Dikonfirmasi terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan komitmen penuh mendukung pemberangkatan kembali PMI Bali. “Berapa pun vaksin yang dibutuhkan (vaksin Covid-19, red) sampai berangkat akan dipenuhi semua. Provinsi Bali sudah mendapatkan vaksin yang cukup dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. KPI Cabang Bali silakan merekomendasikan kepada para anggota (pelaut Bali, red) jangan sampai karena tidak dapat vaksin PMI batal berangkat. Jadi pastikan semua PMI dapat vaksin. Kalau ada kendala hubungi saya. Saya Gubernur Bali Wayan Koster siap memberikan jalan terbaik bagi PMI, khususnya pelaut Bali agar kembali berlayar dan bekerja,” tegasnya. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker