Kesehatan

Februari Kelabu, 22 Hari Covid Renggut 197 Nyawa

DENPASAR, BaliPolitika.Com- Korban meninggal dunia akibat virus SARS-CoV-2 alias Covid-19 di Provinsi Bali terus “meroket”. Hingga Senin, (22/2/2021) total 881 orang meninggal dunia karena terinfeksi virus asal Wuhan, Tiongkok ini. Yang mengerikan adalah jumlah kematian dalam 22 hari terakhir di bulan Februari 2021. Total 197 nyawa melayang hanya dalam rentang tanggal 1 hingga 22 Februari 2021.

Dihitung mundur, kasus kematian dimaksud dirinci sebagai berikut. Senin (22/2/2021) 6 orang meninggal dunia, Minggu (21/2/2021) 8 korban meninggal, Sabtu (20/2/2021) 7 korban meninggal, Jumat (19/2/2021) 13 korban meninggal, Kamis (18/2/2021) 8 korban meninggal, Rabu, (17/2/2021) 12 korban meninggal, Selasa (16/2/2021) 9 korban meninggal, Senin (15/2/2021) 9 korban meninggal, Minggu (14/2/2021) 8 korban meninggal, Sabtu (13/2/2021) 14 korban meninggal, Jumat (12/2/2021) 8 korban meninggal, Kamis (11/2/2021) 12 korban meninggal, Rabu (10/2/2021) 10 korban meninggal, Selasa (9/2/2021) 7 korban meninggal, Senin (8/2/2021) 10 korban meninggal, Minggu (7/2/2021) 9 korban meninggal, Sabtu (6/2/2021) 12 korban meninggal, Jumat (5/2/2021) 8 korban meninggal, Kamis (4/2/2021) 9 korban meninggal, Rabu (3/2/2021) 6 korban meninggal, Selasa (2/2/2021) 6 korban meninggal, dan Senin (1/2/2021) 6 korban meninggal.

“Jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut. Terkonfirmasi positif 32.789 orang, sembuh 29.521 orang (90,03%), dan meninggal dunia 881 orang (2,69%). Kasus aktif per Senin (22/2/2021) menjadi 2.387 orang (7,28%),” demikian rilis Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Bali, Senin (22/2/2021).

Kabar duka terbanyak sementara berasal Kota Denpasar dengan 186 kasus kematian. Disusul Badung (139 kematian), Gianyar (126 kematian), Tabanan (109 kematian), Buleleng (94 kematian), Karangasem (66 kematian), Jembarana (65 kematian), Bangli (56 kematian), Klungkung (33 kematian), domisili luar Bali (3 kematian), dan warga negara asing 4 korban meninggal dunia.

Mengawali tahun 2021, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021 pada 8 Februari 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Desa/Kelurahan di Kabupaten/Kota se-Bali ditentukan berdasarkan peta zonasi Covid-19 tingkat Desa/ Kelurahan yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota se-Bali dengan memedomani Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2021, berlaku mulai tanggal 09 s/d 22 Februari 2021.

SE yang mengatur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), juga menekankan kembali PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp 100.000 bagi perorangan, dan Rp 1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

“Dukungan sepenuh hati dari masyarakat tentunya sangat dibutuhkan untuk memutus penyebaran Covid-19 yang semakin masif di tahun 2021 ini. Tetap disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan kapan pun dan di mana pun,” pesan Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Bali. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker