Pendidikan

Selamatkan Generasi Covid-19 dengan Teknologi

JEJARING INTELEKTUAL: Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan disambut President National Taiwan University of Science and Technology 10 Desember 2019 silam.

 

DENPASAR, BaliPolitika.Com- Pandemi Covid-19 menghantam kebiasaan lama. Menghadirkan loncatan luar biasa berbasis teknologi yang suka tak suka harus diikuti jika tak ingin tergerus. Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menilai pemerintah saat ini hanya memikirkan faktor kesehatan dan ekonomi serta cenderung mengabaikan dampak pandemi Covid-19 terhadap dunia pendidikan. Jika ini dibiarkan dan pandemi berlangsung panjang, maka hal fatal menanti di depan mata, yakni SDM Indonesia akan kalah tergilas oleh negara lain.

Menurut Dadang Hermawan penyesuaian itu tidak cukup dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. “Tetapi juga dengan menyiapkan generasi muda, menyiapkan anak-anak kita memasuki jenjang pendidikan yang sesuai dengan situasi sekarang dan ke depannya,” katanya. Generasi pandemi Covid-19, tegasnya harus diselamatkan. Upaya itu hanya bisa dilakukan dengan penguasaan teknologi informasi.

Dadang meyakini, saat ini dan ke depan adalah eranya bisnis digital. Maka sejak tahun 2020 lalu ITB STIKOM Bali membuka Program Studi (Prodi) Bisnis Digital dan Prodi Teknologi Informasi untuk melengkapi Prodi Sistem Komputer, Prodi Sistem Informasi, dan Prodi Manajemen Informatika.

Prodi Bisnis Digital ini memiliki lima konsentrasi, yakni Bisnis Perhotelan, Bisnis Kuliner, Bisnis Akuntansi Perpajakan, Digital Marketing, dan Digital Bisnis Seni Pertunjukkan. “Prodi Bisnis Digital ini menghasilkan lulusan yang menguasai teknologi informasi dengan dunia bisnis sehingga mampu bersaing di era digitalisasi saat ini maupun ke depannya,” sebut Dadang.

Sedangkan Prodi Teknologi Informasi (TI) akan menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian di bidang komputer yang mampu merancang, membangun, dan mengoperasikan sistem yang berfokus langsung  terhadap implementasi serta infrastruktur sistem pendukung perusahaan dan bisnis.

Selain itu, untuk memenuhi keinginan masyarakat Bali mengingat banyak mahasiswa Bali kuliah di luar negeri, maka sejak tahun 2007 ITB STIKOM membuka Program Internasional Dua Gelar bekerja sama dengan Help University Kuala Lumpur, Malaysia. 

“Mahasiswa kami akan mendapat dua gelar yakni gelar Sarjana Komputer (S.Kom) dari ITB STIKOM Bali dan gelar Bachelor of Information Technology (BIT) dari Help University,” beber Dadang.  “Saat ini sekitar 150 mahasiswa sedang kuliah Program Internasional,” lanjutnya.

ITB STIKOM Bali yang berada di bawah Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar (Yayasan WDS Denpasar), terus berinovasi. Melihat banyaknya anak muda Bali melanjutkan kuliah di Binus University Jakarta, sejak tahun 2018 lalu ITB STIKOM Bali merintis kerja sama dengan Binus University Jakarta hingga akhirnya merealisasikan membuka Program Nasional Dua Gelar, tahun 2020 untuk gelar S.Kom dari ITB STIkOM Bali dan Sarjana Manajemen (SM) dari Binus University Jakarta.

“Jadi bagi calon mahasiswa asal Bali, kalau ingin kuliah di Binus Jakarta, tidak perlu lagi ke Jakarta, cukup di ITB STIKOM Bali saja, lebih hemat dan punya dua gelar pula, apalagi menguasai TI yang sekarang menjadi primadona,” tegas Dadang Hermawan. (rls/bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker