Politik

Disentil “Kepupungan” Kritisi PKB, Demer Berdalih Demi Kepentingan Desa

DENPASAR, BaliPolitika.Com- “Saya orang Golkar tulen,” tegas Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Golkar Bali, Anak Agung Ngurah Rai Wiranata. Ia menyebut Koordinator Wilayah (Korwil) DPP Partai Golkar Bali dan Nusa Tenggara, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer “bangun kepupungan” (mendadak bangun dari tidur, red), karena dinilai mengeluarkan pernyataan sepihak terkait Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di kawasan eks galian C Gunaksa, Klungkung. Disebut sepihak lantaran tidak mempertimbangkan pendapat kader Golkar lainnya.

Sesepuh Partai Beringin ini mengaku terpaksa buka suara untuk “menjewer telinga” Demer yang dianggapnya hanya mengutamakan kepentingan pribadi. Seperti halnya saat menurunkan paksa enam Ketua DPD Partai Golkar di Bali dengan mengeluarkan SK Plt. Ketua DPD Partai Golkar se-Bali tanpa mempertimbangkan kepentingan partai. Khusus Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Wiranata menegaskan hal tersebut merupakan keputusan final dan melibatkan petinggi Partai Golkar di Bali

“Demer jangan bangun kepupungan karena perencanaannya ini sudah dikaji sejak lama. Itu kan sepertinya hanya kepentingan dia (Demer, red) saja dan bisa merugikan Golkar sendiri. Jadi, Demer saya minta sebelum mengeluarkan stetemen diskusikan lebih dulu dengan kader Golkar lain dan dengan sesama anggota DPR RI lainnya. Orang dia juga sudah menyetujui kok di DPR. Jangan ujug-ujug mengeluarkan stetemen dan hargai kita juga punya Ketua DPD Golkar Bali. Hargai Sugawa Korry menyetujui tentu dengan pertimbangan matang dan jangan teman-teman dikorbankan begitu saja,” sentil Kelian Permas Puri Agung Kesiman ditemui di Puri Kajanan Ceramcam, Kesiman, Denpasar Timur, Denpasar, Kamis (1/3/2021).

Sang sepuh mengingatkan Demer agar jangan jadi kader Golkar yang jalan sendiri. “Jangan seperti itu dan saya obyektif saja. Tidak ada kepentingan apapun kok. Saya cukup makan nasi putih dan uyah lengis sudah cukup kok,” beber mantan Anggota DPRD Bali 1987-1992 dan manta Anggota DPRD Bali tahun 2004-2009 ini.

Uniknya lagi, dedengkot Golkar yang meniti karier politik sejak 1978 sebagai Komisaris Golkar Kelurahan Kesiman dan tahun 1983 sebagai Komisasi Golkar Kecamatan Denpasar Timur ini membuka aib Demer sebagai kader yang omongannya lebih banyak kepentingan pribadinya dibanding kepentingan partai. Buktiknya saat sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkat Bali langsung memutuskan enam Plt Ketua DPD Golkar se-Bali sehingga Pemilu tahun 2019 suara Partai Golkar jebol. Terbukti lagi kini membuat ramai rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung yang menelan dana sekitar Rp2,5 triliun. Ungkapnya rencana Pusat kebudayaan Bali ini sudah jelas untuk kepentingan masyarakat Bali melalui kajian yang matang termasuk masukan setiap Fraksi di DPRD Bali. “Termasuk Bapak Gubernur Bali pasti sudah melakukan kajian dan kita di Golkar juga sudah satu bahasa mendukung pembangunan itu demi keutuhan budaya kita ini agar bisa terus dipertahankan,” jelas kolektor keris dan jam tangan itu.

Wiranata menambahkan kini semua daerah kian sadar menjaga kelestarian budayanya. “Termasuk Bali juga mempunyai budaya Bali yang harus dimuseumkan sesuai perkembangan budayanya,” tegasnya sembari membenarkan statement Demer bahwa budaya harus berkembang, namun harus terarah sehingga perlu ada pusat pengembangan budaya seperti PKB yang akan dibangun di Klungkung. “Pengurus Golkar kan sudah pernah bicara. Termasuk ke semua kepengurusan dan dibicarakan juga dengan pengurus Golkar Bali dan Watimbang serta semuanya sudah setuju dengan syarat tidak dikorupsi dana itu. Sudah ada MoU juga sehingga Golkar setuju dan sudah bicarakan dengan pengurus Golkar Bali termasuk Watimbang semua tahu. Jadi saya ingatkan jangan karena kepentingan pribadi baru sekarang minta ditinjau ulang dan dimentahkan kembali. Sekali lagi, Gubernur sudah mengkaji dan dikonsultasikan dengan pusat karena menggunakan APBN dan APBD,” tandasnya. Wiranata menyebut jika memberi pertimbangan agar proyek ditunda karena dana tidak ada, baru dianggap masuk akal.

“Selain itu, juga sudah dibuatkan jaminan tidak akan ada musibah bencana alam. Karena kalau terjadi bencana tidak akan hilang pusat kebudayaan itu. Tapi kalau lahan di Denpasar di mana cari lahan seperti itu? Saya takutnya ini kepentingan politik dan pribadi Demer saja yang ingin membatalkan proyek itu. Siapa yang dirugikan? Kan rakyat yang rugi. Jangan-jangan Golkar yang akan rugi karena pusat kebudayaan ini tidak jadi kan Golkar bisa jadi bulan-bulanan masyarakat. Saya ini hanya bicara untuk kepentingan Golkar, bukan kepentingan pribadi saya. Jadi itu kan harusnya tidak lagi dikaji ulang dan kalau dikaji ulang lagi kan sama dengan dibatalkan dan yang bicara seperti itu hanya dia (Demer, red) saja sendiri. Karena berapa ada anggota DPR RI dari Bali? Apakah dia kehilangan momentum atau apa? Harusnya kan tidak sendiri-sendiri seperti ini mengeluarkan statement,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah lewat pesan WhatsApp, Demer mengaku hanya ingin memperjuangkan seratus desa yang mempunyai adat dan budaya yang menonjol untuk mendapatkan tempat bantuan jangan sebaliknya. “Saya ini pengurus pusat bukan pengurus DPD 1 di bawah Watimbang DPD 1. Dulu dia (A.A. Ngurah Rai Wiranata, red) hebat. Sebenarnya, kalau sekarang saya malas menanggapi karena Pak Rai bukan level saya lagi. Mengungkit kejadian lama yang sudah masuk ke mahkamah partai dan saya menang. Rai Wiranata harus membaca utuh pernyataan saya. Tolong cari juga yang berbobot untuk komentar. Dia kemarin masuk Watimbang juga karena saya setuju dia di Watimbang,” ungkap Demer menimpali.

Sebagaimana santer diberitakan, menyikapi rencana pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali oleh Pemprov Bali di Eks Galian C Gunaksa, Klungkung, Demer yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, angkat bicara. Ia menyampaikan selain Pemprov Bali akan berhutang, ke depan juga akan dibebani biaya pemeliharaan yang besar. (bp/tim)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker