Kesehatan

Disebut Perbesar Penis, Netizen Ngaku Siap Divaksin

DENPASAR, BaliPolitika.Com- Jagat media sosial dikejutkan dengan unggahan efek samping vaksin Covid-19 yang disebut bisa memperbesar ukuran penis alias alat vital pria. Selain berupa unggahan dengan lampiran jurnal dan media cetak, sejumlah video terkait hal tersebut juga viral.

Menanggapi hal viral tersebut, juru bicara vaksinasi Covid-19 dari BPOM, Lucia Rizka Andalusia, menegaskan hal itu hoaks alias tidak benar. Ungkapnya vaksin yang didistribusikan di Indonesia bukan rekombinan dan ia menyangkal isi sebuah jurnal dari Inggris yang mengupas peluang bagi para pria untuk memperbesar alat kelaminnya. “Hoaks itu,” tegasnya.

Sebagaimana viral di media sosial, cuplikan jurnal ilmiah dari Negeri Ratu Elisabeth yang menyertai informasi viral tersebut memang menyebut jenis vaksin rekombinan. Dalam kutipan jurnal yang viral itu diulas bahwa vaksin Covid-19 bisa memperpanjang penis 2-3 inci atau sekitar 5-7 cm.

Menariknya, sejumlah netizen di Pulau Dewata justru menyatakan semangat bila memang efek samping vaksin Covid-19 bisa memperpanjang “anu” mereka.

Bise jani cang prejani bani masuntik (seketika saya berani disuntik),” tulis akun facebook berinisial IJD dalam merespons artikel yang diunggah salah seorang politisi senior Bali, Kamis (7/1/2021). “Berkah buat ibu-ibu. Pasti senyum terus,” tulis SPY.

Tak sedikit netizen juga mengungkapkan hal serupa. Dominan berkata asyik dan siap divaksin lebih dari sekali. “Saya mau divaksin paling pertama,” seru netizen. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker