Kesehatan

Disebut Krisis Oksigen, Ini Respons RS Kasih Ibu Denpasar

KASIH IBU: Bangunan megah RS Kasih Ibu Denpasar tampak dari luar.

 

DENPASAR, BaliPolitika.ComBed Occupancy Rate (BOR) atau kapasitas tempat tidur penuh,namun persediaan tabung oksigen menipis. Hal inilah yang kabarnya kini dihadapi sejumlah rumah sakit di Provinsi Bali. Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit di Pulau Dewata was-was menghadapi meroketnya jumlah kasus terkonfirmasi positif yang kini menembus angka 6.185 pasien dalam perawatan. Terdiri dari 6.158 WNI dan 27 WNA mengacu laporan Satuan Tugas Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Bali per Jumat (16/7/2021). Terupdate diketahui tambahan kasus positif Covid-19 dalam sehari tembus 1.019 kasus pada Sabtu (17/7/2021).

Saking kritisnya persediaan oksigen ini, berdasarkan penelusuran di lapangan ditemukan fakta bahwa pihak rumah sakit tidak berani menerima kasus yang membutuhkan oksigen. Termasuk pasien kecelakaan lalu lintas alias lakalantas. “Selamat siang, kami dari RS Kasih Ibu Denpasar mohon dibantu oksigen. Tabung kami tinggal 1 tabung sedangkan BOR kami 100%. Mohon dibantu,” demikian tertera dalam pesan Whatsapp yang diperoleh media ini.

Terkait informasi stok oksigen di RS Kasih Ibu Denpasar yang hanya tersisa 1 tabung, Kepala Devisi Pelayanan Medis Rumah Sakit Kasih Ibu, dr. Kadek Dwi Widhyari membantah. “Dapat darimana info ini?” tanyanya. “Sampai saat ini pasokan oksigen kami masih cukup. Namun harus diwaspadai karena kasus terus meningkat,” ucap dr. Dwi Widhyari melalui pesan Whatsapp, Sabtu (17/7/2021) pukul 13.20. 

Dwi Widhyari tak membantah BOR RS Kasih Ibu Denpasar untuk pasien Covid-19 yang berjumlah 27 tempat tidur terisi penuh. “Ya saat ini masih cukup dan kami menunggu pasokan sesuai amprahan kami,” tandasnya. (tim/bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker