Politik

Demi Badung, Disel Siap All Out Menangkan Diatmika-Muntra

BADUNG (BaliPolitika.Com)- Ketua DPC Partai Gerindra Badung, I Wayan Disel Astawa didaulat menjadi Ketua Tim Pemenangan Diatmika-Muntra (I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan I Wayan Muntra). Disel mengaku siap all out memenangkan kandidat calon yang diusung KRBB (Koalisi Rakyat Badung Bangkit) demi kebangkitan Badung. Sepanjang calon serius untuk maju memenangkan Pilkada Badung 2020 nanti, partai koalisi yang melahirkan calon yang diorbitkan penglingsir Puri Mengwi, Anak Agung Gde Agung dipastikan bisa menang dengan strategi jitu untuk membawa perubahan di Bumi Keris. “Sepanjang calon (Diatmika – Muntra, red) itu serius, saya serius. Saya tidak pernah membela orang tidak serius dan saya tidak pernah punya mental sengkuni. Saya punya prinsip masa depan, apalagi yang melahirkan dan mengorbitkan ini adalah Anak Agung Gde Agung,” ujar Disel.

Dijelaskannya, lahirnya paket Diatmika-Muntra wajar dipertanyakan rakyat Badung. Duet dua intelektual Badung ini dinilai belum muncul sepenuhnya. Disel menegaskan dirinya sebagai Ketua Tim Pemenangan ada di luar sistem sehingga kemenangan Diatmika-Muntra sangat ditentukan oleh siapa yang akan memainkan peran untuk meyakinkan mampu menampilkan pilihan terbaik untuk dipilih rakyat Badung. Kemenangan calon incumben di depan mata yang bertolak pada janji didukung bansos dan hibah sebagai popularitas menjadi kunci untuk ditumbangkan di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Fakta mengatakan masih ada yang mengagumi dia (calon incumben, red). Artinya, tidak logik berfikir Badung kaya, tapi SDM kita turun. Seharusnya berbanding terbalik, Badung kaya, namun SDM unggul. Dalam menentukan pilihannya, jelas apalagi Pilkada ini dilaksanakan dalam saat pandemi Covid-19. Bung Karno berkata berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi dan mempunyai kepribadian dalam berbudaya. Jangan bodohi rakyat dengan sebuah janji yang tidak mungkin kita realisasikan. Siapa yang berani menjanjikan perekonomian 2021 akan baik,” terangnya agar calon tidak obral janji manis kepada rakyat.

Untuk itu ditegaskan salah satu Anggota DPRD Provinsi Bali itu, bahwa Diatmika-Muntra hadir tidak bicara mampu atau tidak mampu membangun ekonomi, namun memastikan mampu menyajikan tata kelola pemerintahan yang baik untuk merefleksi pembangunan yang telah berjalan. Keyakinan ini sekaligus mengkritisi pemerintahan yang berjalan yang selalu tidak mampu merealisasikam rancangan pendapatan dengan realisasinya. “Dengan susahnya kita berjalan apa yang kita harus lakukan. Tetapi Diatmika-Muntra dengan Giri-Asa. Giri-Asa selalu berjanji dengan angka, tapi Diatmika-Muntra tidak bicara angka. Kita harus bicara kondisi ini (masa pandemi Covid-19, red) berbicara pertumbuhan perekonomian apa yang dilakukan jangan bohongi rakyat. Rakyat jangan dibodohi lagi dengan kekuasaan yang dimiliki. Mengambil edukasi dari perjalanan lima tahun kemarin apa yang mesti dilakukan,” beber Bendesa Adat Ungasan itu.

Kondisi pemerintahan Kabupaten Badung saat ini diungkapkan Disel masih banyak janji pemerintah tidak mampu direalisasikan, seperti perbaikan pura dan balai banjar. Ia juga mempertanyakan terkait habisnya dana simpanan daerah (saving dan silva) serta tidak pernah mendengar pertanggungjawaban yang dilakukan baik oleh eksekutif maupun legislatif. “Jujur saya katakan tiga periode Alit Putra, Cok Ratmadi, Anak Agung Gde Agung semua menyediakan saving, artinya belajar dalam proses, dan kejadian bom Bali. Bom Bali 1 dan bom Balk 2 harus belajar harus ada saving dong. Devisit seharusnya dibiayai pembiayaan sisa tahun anggaran sebelumnya, tapi ini tidak ada karena semua program belanja biaya habis,” bebernya.

Beranjak dari semua yang ia ungkapkan, Disel berharap Diatmika-Muntra mampu menampilkan keseriusannya untuk menumbangkan pasangan Incumben yang akan dilawan nanti. Ia juga menyampaikan tidak akan membiarkan Diatmika-Muntra maju, jika ia memiliki bekal Rp200 miliar casflow, karena yakin bisa menumbangkan paket incumben. Ia mengaku saat ini memiliki dana Rp150 miliar dan tidak mau maju karena sponsor, sehingga keseriusan Diatmika -Muntra maju didukung penuh.

“Kalau punya Rp200 miliar saya tidak berikan Diatmika -Muntra maju, tapi saya yang maju melawan Giri Prasta dan saya harus tumbangkan dia (Giri Prasta, red). Saya bertarung diangka Rp200 miliar, kalah menang saya legowo. Cuma saya tidak punya aset Rp200 miliar dan yang saya kantongi Rp150 miliar. Saya Hitungan bertarung Rp200 miliar, karena saya harus ada angka Rp300 miliar aset. Kalau saya kalah minimal anak saya sekolah ke depan aman. Saya tidak modal kosong, kalau besok dicek KPK saya punya aset. Bukan sekarang maju tidak bermodal. Kalau itu punya rumah mewah dipertanyakan dong dari mana uangnya?,” tandas Disel mendorong keseriusannya mendukung Diatmika-Muntra. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker