Pendidikan

Berkat Kartu Karangasem Cerdas, 7.221 Warga Jadi Melek Aksara

KARANGASEM, BaliPolitika.Com– I Gusti Ayu Mas Sumatri, Calon Bupati Karangasem nomor urut 2 yang berkompetisi di Pilkada Karangasem 2020 menjadi sorotan pemerintah pusat. Capaian program NAWA SATYA DHARMA, yakni sembilan program unggulan yang dijalankan istri tokoh sepuh I Gusti Made Tusan (GMT) itu sejak 2016 mendapat apresiasi, khususnya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Program Kartu Karangasem Cerdas yang dijalankan pasangan Calon Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana itu terbukti mampu mengubah status 7.221 warga dari buta huruf menjadi melek aksara alias bisa membaca.

“Kartu Karangasem Cerdas adalah program mewujudkan kesetaraan masyarakat dalam memperoleh pendidikan formal dan informal jenjang usia dini, SD, dan SMP sederajat secara gratis utamanya bagi masyarakat miskin. Mengacu data Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem, sejauh ini Kartu Karangasem Cerdas mampu menjangkau 95.224 orang pelajar,” ucapnya, Kamis (3/12/2020).

Imbuh bupati perempuan pertama di Karangasem dan kedua di Bali itu, dalam rangka mewujudkan kesetaraan masyarakat dalam memperoleh pendidikan formal dan informal, Kartu Karangasem Cerdas juga menjangkau pelajar dengan status kejar paket. Diwujudkan dalam bentuk Kartu Karangasem Cerdas Paket A, B, dan C. Mas Sumatri merinci Kartu Karangasem Cerdas Paket A menjangkau 296 pelajar atau siswa dengan total anggaran Rp 211.600.000, Kejar Paket B berjumlah 643 siswa dengan total anggaran Rp 609.500.000, dan Kejar Paket C berjumlah 1.037 siswa dengan total anggaran Rp 1.161.000.000.

Kepada awak media, politisi yang baru-baru mendapatkan plakat penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia karena meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) 5 kali berturut-turut menyebut Program Kartu Karangasem Cerdas juga terbukti berhasil mengentaskan angka buta huruf di Bumi Lahar. Melalui program tersebut total 7.221 orang diubah dari status buta huruf menjadi bisa membaca alias melek aksara.

“Total anggaran pengentasan buta aksara tahun 2016 hingga tahun 2020 berjumlah Rp 10.191.779.992 dan berhasil membuat 7.221 warga berubah status dari buta aksara menjadi melek aksara alias bisa membaca,” tegasnya. Mas Sumatri merinci angka 7.221 orang terdiri atas 1.500 orang tahun 2016, 1.818 orang tahun 2017, 2.514 orang tahun 2018, dan 1.389 tahun 2019.  (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker