Peristiwa

Berbagi Jelang Hari Raya, Diatmika-Dewi Koreati Gelar “Pasar Rugi”  

BADUNG, BaliPolitika.Com- Hari kemenangan dharma (kebenaran atau kebaikan) melawan adharma (kejahatan), Galungan dan Kuningan sudah di depan mata. Meski pandemi Covid-19 sedang mewabah, perayaan suci yang jatuh pada hari Budha Kliwon Dungulan, Rabu, 16 September 2020 itu dipastikan tetap berlangsung. Rangkaian pelaksanaan hari raya Galungan dan Kuningan tersebut dimulai pada Saniscara Kliwon Wuku Wariga. Sugihan Jawa dirayakan pada wrhaspati atau Kamis Wage Wuku Sungsang, 10 September 2020. Sukra Wage Wuku Sungsang keesokan harinya, dirayakan Sugihan Bali.

Deretan hari raya suci di masa pandemi ini direspons I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan sang istri, Dewi Eka Koreati dengan mengadakan “pasar rugi”. Berlokasi di Banjar Kaja, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, pasutri yang sama-sama berprofesi sebagai notaris itu menyediakan kebutuhan warga jelang hari raya di samping kebutuhan pokok. Disebut pasar rugi karena harga yang ditawarkan lebih murah dari harga jual di tingkat produsen alias tangan pertama. Hal itu bisa diwujudkan berkat subsidi yang diberikan sejoli murah senyum itu.

“Kami mapunia. Berbagi dengan masyarakat. Daya beli masyarakat kita sekarang turun karena Covid-19. Kami coba membantu dengan cara seperti ini. Kebetulan kami ada rezeki lebih. Tentu tidak ada salahnya mapunia,” ucap Dewi Koreaty ditemui di lokasi. Berbagai komoditi yang dijual di bawah harga pasar tersebut sekaligus membantu para petani dan pelaku UMKM lokal. “Sayur dari Bedugul. Buah jeruk ini dari Kintamani. Kami juga mengajak UMKM lokal di sekitar Dalung untuk memasarkan produknya. Sebelum Galungan, kami agendakan kembali. Semoga bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap ibunda I Gusti Agung Ayu Sintha Dewi dan I Gusti Agung Rai Satwika Putra.

Merespons antusias masyarakat, I Gusti Ngurah Agung Diatmika mengaku berupaya menggelar hal serupa sebelum Hari Raya Galungan. “Tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Selain pemeriksaan kesehatan oleh dokter, kami juga mewajibkan pengunjung untuk mengganti masker dengan masker medis yang kami sediakan, mengukur suhu tubuh, dan cuci tangan,” ungkap pria yang dipercaya sebagai Ketua Lembaga Perberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Dalung, Minggu (6/9/2020). (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker