Uncategorized

Belajar dari Rumah Tetap Bayar SPP, Gubernur Bali Dikirimi Surat Terbuka

DENPASAR (BaliPolitika.Com)- Dimulainya penerapan tatanan kehidupan Bali Era Baru sejak 9 Juli 2020 tidak diikuti oleh dua hal. Salah satunya belum dibukanya aktivitas proses belajar mengajar di sekolah. Di awal pelaksanaannya, tidak ada keluhan yang disampaikan oleh orang tua siswa. Namun, belakangan seiring tuntutan membayar yang tidak ditoleransi oleh pihak sekolah, keluhan demi keluhan mulai muncul. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah curahan hati yang disampaikan oleh pemilik akun facebook bernama Gede Bella Dharma Satya. Pria asal Bumi Panji Sakti Buleleng itu menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Bali Wayan Koster. Isi surat terbuka dimaksud sebagai berikut.

SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR BALI

Yang terhormat
Bapak Gubernur Bali
IWAYAN KOSTER
Di Tempat.

Sehubungan pemblajaran sekolah yang tetap berjalan dari rumah,kami sebagai masyarakat memohon kepada bapak GUBERNUR BALI,yang sebagai perpanjangan tangan untuk menyampaikan keluhan kami sebagai masyarakat ke Mentri Pendidikan mengingat Bapak pernah membidangi masalah pendidikan waktu duduk di DPR RI,tentunya tau bagaimana pendidikan di indonesia.

– Balajar dari rumah tapi murid tetap bayar SPP, orang tua murid bebannya bertambah untuk membeli kouta internet,minimal 200.000/ bulan.Sedangkan dalam situasi seperti ini untuk membeli beras saja masih harus berpikir karna 90% orang tua murid kehilangan pekerjaan karena pandemi ini.

– Belajar dari rumah,yang harus di dampingi orang tua,bagaimana nanti kalau orang tua mereka harus bekerja untuk mencari uang kouta dan beras untuk makan anak anaknya siapa yang mendampingi anaknya,karena tidak semua orang tua beruntung mempunyai anak yang mandiri bisa menyiapkan dan belajar sendiri.

– kami menyekolahkan anak kami berharap mendapat pendidikan yang layak dari para pembimbing yang berkompeten di bidangnya,berharap anak kami bisa berinteraksi sebagai mana mengingat kami sebagai mahluk sosial.

– Negara lain bisa membuka sekolah,dengan menetapkan protokol kesehatan,dimana seorang murid itu akan lebih bisa mengikuti aturan aturan sekolah dari pada ibu ibu pasar,konser dangdut wisma atlet dan lainya,tempat wisata,pasar dll sudah di buka kenapa sekolah tidak.

– ini keadaan orang tua yang punya anak 1 bagaimana jika orang tua yang punya anak 2-3,blum lagi harus membeli peralatan seperti hp android,laptop dan lainya.iya kalau mereka berada di wilayah jaringan provedernya bagus,bayangkan yang di plosok plosok desa.

– Jangan bilang ini kebiasaan baru,karena blajar dari rumah sudah di lakukan orang2 kaya,para artis lainnya jauh sebelum pandemi ini,HOMESCHOOLING,dan kami sebagaian besar rakyatmu bukan orang kaya,bahkan semua menjadi miskin karena pandemi ini.

– Mohon dicarikan solusi agar kami sebagai orang tua tidak merasa terbebani sampai merasa tercekik dan anak bisa belajar dengan nyaman serta mendapat pemblajaran yang layak.
Cukup OJEK saja yang online.

Demikian surat terbuka ini saya sampaikan kepada BAPAK GUBERNUR BALI IWAYAN KOSTER.

HORMAT SAYA
GEDE BELA DARMA SATYA
081 929 599 666

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker