Politik

Bela MC Ecy, Buzzer Serang Bintang Puspayoga

GPS, Luh Djelantik, AWK Disindir Badut Politik

BUKTI ISTRI AA GEDE NGURAH PUSPAYOGA DISERANG: Screenshot akun facebook Van Darmatika, Delord, dan Ida Ayu Laksmi yang menyerang Menteri PPPA Bintang Puspayoga serta menyebut kasus MC Ecy hoaks.

 

DENPASAR, Balipolitika.Com- Sejumlah akun buzzer bertebaran di sejumlah grup media sosial Bali dua pekan terakhir. Puncaknya, pada Minggu (26/9/2021), akun buzzer ini kompak menyerang orang Bali pertama yang menjadi sekretaris jenderal partai politik sah di Indonesia, yakni I Gede Pasek Suardika, S.H., M.H. Tak hanya GPS, akun buzzer yang diduga berafiliasi dengan salah satu figur sentral di Bali ini juga menyerang perancang busana Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik yang karyanya dipakai pesohor dunia di antaranya Uma Thurman, Gisele Bundchen, Tara Reid, Julia Roberts, Robyn Gibson, dan Paris Hilton. Satu lagi yang dibidik adalah anggota DPD RI dapil Bali, Arya Wedakarna. 

Diduga karena vokal bersuara untuk kepentingan masyarakat kecil dengan cara mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah, ketiganya diidentikkan dengan badut politik. “Badut politik Bali, loser minim prestasi kerjanya hanya cari sensasi,” tulis sejumlah akun hantu sembari menampilkan wajah ketiganya yang dipoles layaknya badut. 

Usut punya usut ternyata sejumlah akun buzzer yang diduga kuat berafiliasi dengan penguasa Bali saat ini juga menyerang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga. Serangan ini mengarah pada istri mantan Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga setelah berkomentar soal dugaan diskriminasi yang dialami Master of Ceremony (MC) profesional, Putu Dessy Fridayanthi alias Ecy.

Serangan terhadap Bintang Puspayoga antara lain dilakukan oleh akun facebook Van Darmatika, Delord, dan Ida Ayu Laksmi. “Sekelas Metri bila mendengarkan sesuatu harusnya croscek and ricek dulu Buk Metri. Supaya tidak kemakan isu hoax. Kalau sudah begini kan malu ya. Apa yang ibu katakan ternyata tidak benar adanya. Masak Ibu Mentri yang parasnya cantik, punya kedudukan, jabatan, dan kekuasaan bisa dikibuli manusia nyinyir seperti Luh Jelantik,” tulis akun hantu tersebut. 

“Buk Mentri dari pada sibuk ngurus oknum MC yang tidak dapat Job, mending urus rakyat Bali. Masih banyak perempuan-perempuan Bali yang tidak kerja dan kena PHK, masih banyak anak-anak yang kelaparan dan terlantar di jalanan jualan tisu demi sesuap nasi. Dua tahun lebih Ibuk sebagai Mentri mewakili Rakyat Bali di Pusat, belum ada program maupun bantuan yg ibuk bawa dr pusat untuk masyarakat Bali keseluruhan. Salam Metal Buk Metri,” tulis Van Darmatika yang dalam beberapa postingan di media sosialnya menunjukkan dukungan nyata terhadap Gubernur Bali Wayan Koster. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Bintang Puspayoga menyebut Kementerian PPPA tegas menolak segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan pekerja dalam bentuk apapun: mulai dari proses perekrutan, menjalankan pekerjaan, promosi jabatan, hingga dalam pemenuhan hak-hak pekerja seperti gaji, cuti, dan lainnya.

“Semua kebijakan, program, dan kegiatan di tempat kerja sudah seharusnya mencerminkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki,” katanya. Ia pun berharap berharap masalah yang menimpa MC Ecy segera diselesaikan agar tidak lagi meresahkan perempuan pekerja event

Bintang Puspayoga menjelaskan merupakan tanggung jawab semua pihak mulai dari pemimpin hingga staf untuk bersatu padu memberi ruang terciptanya kesetaraan gender di tempat kerja dan bebas dari semua bentuk diskriminasi. Komitmen ini wajib kemudian diimplementasikan pada kebijakan, program, dan kegiatan sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi perempuan.

“Lingkungan kerja yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan perempuan, tanpa adanya kekhawatiran terhadap perlakuan diskriminasi, kekerasan maupun pelecehan,” tuturnya.

Ia menambahkan semua pihak perlu bahu membahu mencegah segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan pekerja. “Jangan memandang rendah perempuan pekerja di dunia kerja, kesetaraan pun dapat tercipta jika tidak ada stigma negatif terhadap perempuan,” tegasnya sembari mengingatkan Indonesia berkomitmen dalam perlindungan hak perempuan, khususnya penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, tertuang dalam Konstitusi dan berbagai undang-undang. (tim/bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker