Kesehatan

Badung Betah Level 4, Kadiskes Akui Sulit Tracing Testing

KENDALA: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, I Nyoman Gunarta (paling kanan) dalam rakor di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Sabtu (14/8/2021).

 

MANGUPURA, BaliPolitika.Com– Pemkab Badung melalui Satgas Penanganan Covid-19 segera menambah kapasitas isoter. Di antaranya Rusunawa Mess Mahasiswa Unud (300 bed), Hotel Fashion Kuta (200 bed), dan Wisma Pelatihan Kementerian Agama di Desa Gulingan Mengwi (35 bed). Hal ini disampaikan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Sabtu (14/8/2021) dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda Badung, Ketua Majelis Madya Badung, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Badung, Kadis Kesehatan, para camat, serta Satgas Penanganan Covid-19 Badung.Adi Arnawa menyampaikan sesuai arahan Menkomarves sebisa mungkin tidak ada istilah isolasi mandiri (isoman).

“Kami mengambil langkah cepat berkoordinasi dengan pihak Rektor Unud. Penambahan isoter di Rusunawa Unud dengan kapasitas 300 bed dalam waktu dekat sudah bisa digunakan,” terangnya. Imbuh Adi Arnawa, Gubernur Bali Wayan Koster memfasilitasi tambahan isoter di Hotel Fashion Kuta berkapasitas 200 bed. 

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, I Nyoman Gunarta menjelaskan situasi perkembangan kasus Covid-19 di Badung per 13 Agustus 2021 cukup tinggi: kasus baru 295, kasus aktif 1.908, dirawat di RS 479, isolasi terpusat 478, isoman sebanyak 1.085, sembuh 416, dan meninggal 16 orang. Untuk rencana penambahan isolasi terpusat, selain di Rusunawa Unud dan Hotel Fashion Kuta, telah pula disiapkan Wisma Pelatihan Kementerian Agama di Desa Gulingan Mengwi berkapasitas 35 bed. Saat ini pihaknya sedang menyiapkan SDM, sarana prasarana pendukung seperti ambulans, tabung oksigen, serta APD dan kesiapan tempat isolasi. 

Gunarta mengakui masih kesulitan melaksanakan tracing dan testing. Hal inilah yang menyebabkan Badung masih berada di level 4 di samping kasus konfirmasi yang masih tinggi. Untuk strategi penguatan pelacakan kontak erat akan dilakukan upaya dengan membentuk tim tracing dan testing (T2) berbasis desa dengan koordinator perbekel, lurah, dan bendesa adat. Melibatkan Babinsa/Babinkamtibmas sebagai anggota tim tracing dan testing untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. 

“Tugas kami meningkatkan pemahaman masyarakat tentang test, lacak, dan isolasi agar masyarakat kooperatif dan mau membuka diri saat dilakukan tracing, mau melakukan test swab antigen di tempat dengan hasil positif masuk karantina terpusat. Hasil swab antigen kontak erat yang negatif, dilakukan isoman. Pada hari kelima dilakukan exit test swab PCR. Hasil exit test PCR positif masuk karantina. Bila hasil swab PCR negatif bisa beraktivitas,” ujarnya. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker