Pariwisata

Angka Pengangguran 1,2 Juta, Ramia: OTG PR Bersama

Becermin dari 2020, Sambut Kebangkitan Pariwisata Bali 2021

DENPASAR, BaliPolitika.Com– Tahun 2020 berlalu. Virus SARS-CoV-2 memberikan pukulan telak bagi Provinsi Bali. Pertumbuhan ekonomi yang tergerus hingga minus 12,28 persen ditambah kenaikan jumlah pengangguran 267,8% menjadi 144,5 ribu kian membuat Pulau Dewata merana. Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, SE, MM, CHA bahkan menyebut angka pengangguran di Bali tembus 1,2 juta jiwa. Ungkapnya, OTG alias orang tanpa gaji menjadi pekerjaan rumah semua pihak di tahun 2021, khususnya stakeholder pariwisata Bali.

“Tahun 2020 telah kita lalui bersama. Bali sangat terpuruk sebagai dampak pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan sektor pariwisata. Ribuan hotel dan restoran tutup. Usaha subsektor pariwisata mandeg, ratusan artshop tutup, ribuan guide dan sopir menganggur, transportasi wisata mangkrak di pool karena tidak bergerak hampir setahun,” rinci Wakil Ketua IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association), Minggu (3/1/2021).

Ramia merinci angka pengangguran menyentuh angka 1,2 juta jiwa khusus di Bali. Sebagaian besar sudah menjadi OTG (orang tanpa gaji) alias tanpa pemasukan. “Tabungan hampir amblas. Sebagian sudah pada menjual aset untuk bisa bertahan. Kami telah berusaha maksimal untuk bertahan selama setahun dan selanjutnya hanya bisa menunggu kebijakan pemerintah melalui bansos dan hibah untuk memperpanjang nafas kami,” ungkapnya.

Sebagai pegawai di sektor pariwisata, tepatnya General Manager Hotel Sovereign Bali, Ramia mengaku tetap memiliki harapan agar hari esok lebih cerah. Namun, fakta bahwa tidak ada yang bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 berakhir membuahkan pertanyaan besar. Walau vaksin sudah diprogramkan oleh pemerintah, namun Ramia menyebut belum melihat kapan realisasi ini akan menjadi kenyataan. Ungkapnya, semua masih gelap. Termasuk apakah vaksin tersebut efektif menghentikan laju Covid-19. Lebih-lebih diketahui bersama bahwa varian baru SARS-CoV-2 yang lebih dahsyat menyebar hingga ke Singapura dan siap menghandang di depan. “Akankah ini menjadi gelombang kedua? Good Bye 2020 dengan selaksa cerita pandemi Covid-19,” urainya.

Di tengah “badai” Covid-19, Ramia menekankan praktisi pariwisata tetap optimis dan semangat sekaligus yakin masih ada secercah harapan di 2021. Insan pariwisata berharap sektor pariwisata bergeliat sejak dibukanya kran domestik market pada 30 Juli 2020. Dengan dilantiknya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, pihaknya memiliki harapan besar pariwisata akan segera bangkit dan dimulai dari pasar domestik.

“Kementerian Pariwisata RI harus menggerakan pasar domestik secara masif dan didukung oleh sektor airlines dan hotel sehingga bisa dijual paket hemat dan affordable selama pandemi belum berakhir walau vaksin sudah dijalankan. Dengan bergeraknya pasar domestik secara maksimal, maka geliat ekonomi pariwisata bisa kembali bergairah,” ungkap Ramia.

Potensi domestik ini bebernya digarap negara-negara tetangga, yakni Thailand dan Australia, dan Tiongkok sambil menunggu kesiapan dibukanya kembali pasar internasional. Tegasnya, hal itu memang tidak mudah mengingat pilihan antara kesehatan dan ekonomi merupakan pilihan yang sangat sulit dan dilematis. Kesehatan tetap prioritas utama agar penanganan Covid-19 bisa melandai kurvanya, namun sektor ekonomi juga harus menggeliat seiring menurunnya pandemi Covid-19.

“Inilah kondisi kronis serta komplikasi yang sangat dirasakan sektor pariwisata saat ini. Namun, imbauan Presiden Jokowi melalui Masyarakat Produktif Aman Covid (MPAC) harus bisa berjalan agar sektor ekonomi kita bisa tetap bergerak untuk menghindari dampak yang lebih parah akibat banyaknya masyarakat yang “tidak makan” karena tidak bekerja dan tidak memiliki pendapatan. Kita mesti tetap membangun optimisme bahwa pariwisata akan bangkit di Semester II 2021. Selamat Tahun Baru 2021 dan selamat tinggal 2020 yang penuh cerita,” ungkapnya. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker