Pendidikan

Adik AWK: Bali Harus Kembali Jadi Pusat Peradaban Dunia

SUSASTRA BALI: Koordinator Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widya Tarka) Susastra Bali Tahun 2021, Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputera Suyasa, SE., MM.

 

DENPASAR, BaliPolitika.Com- Grand final Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widya Tarka) Susastra Bali Tahun 2021 yang diprakarsai DPD PDI Perjuangan serangkaian HUT PDIP ke-48 sukses digelar. Total hadiah Rp 32,5 juta berupa tabungan Bank BPD Bali diraih oleh Gede Bagus Dias Esa Pramana, Putu Bagus Dendra Putra Maulana, dan Ni Nyoman Sri Jelita Aryanti dari SD Kecamatan Mengwi 1 dengan total nilai 1.600. Disusul juara II dari SDN 6 Gianyar dengan tim yang terdiri atas Dewa Gede Bhanu Daniswara, Pande Putu Ratih Widya Paramitha, dan I Gusti Ayu Indira Maheswari dengan nilai 850. Sementara juara III tingkat SD diraih oleh SD Negeri 4 Subagan terdiri dari I Gusti Made Dwi K. Mahesyana, Ni Komang Estya Putri Aryantari, dan I Gusti Ayu Putu Cindra Pratiwi dengan nilai 750.

Di jenjang SMP juara 1 diraih SMPN 1 Tabanan, juara II SMPN Mendoyo, dan juara III SMPN 2 Semarapura. Tim SMPN 1 Tabanan terdiri atas Ni Made Satwika Wiweka Wiradana, Ni Luh Putu Senja Pramesti Maharani, dan Dewa Ayu Made Diana Putri. Tim SMPN 1 Mendoyo ditopang oleh Ni Made Reesa Alittannia, I Gede Danu Herlangga, dan I Made Indra Ciptha Wedantha Pradipta. Sementara tim SMPN 2 Semarapura terdiri atas Anak Agung Ngurah Sri M.D., Ni Komang Nita Swandari, dan Ni Komang Putri Yanthi.

Sementara untuk tingkat SMA/SMK juara 1 diraih oleh SMK Negeri 1 Amlapura. Tim asal Kabupaten Karangasem peraih nilai 1.475 ini terdiri atas Ni Luh Candrawati, I Gusti Ayu Agung Mas Jyoti Antara, dan Ni Komang Ayu Indrasari Dewi. Juara II peraih nilai 1.000 disabet oleh Ni Putu Putri Setiari, Ni Putu Indriati Peramarani, dan Anak Agung Bagus Mahaputra Dwinata dari SMA Negeri 1 Abiansemal. Juara III disabet SMA Pariwisata Saraswati Klungkung dengan Raihan poin 950. Tim ini terdiri atas Ni Luh Putu Ariyani, Ni Kadek Ela Rehanita, dan Putu Leoni Artika Putri.

Koordinator Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widya Tarka) Susastra Bali Tahun 2021, Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi Wedastera Suyasa, SE., MM merinci dewan juri terdiri atas Dr.Drs. I Wayan Sugita, M.Si., Drs. Cokorda Putra Wisnu Wardana, M.Si., dan Dr. Drs. I Nyoman Suwija, M.Hum. Adik kandung senator Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa itu mengatakan Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widya Tarka) Susastra Bali Tahun 2021 dilaksanakan dalam rangka HUT PDI Perjuangan ke-48 dan Bulan Bung Karno merupakan lomba cerdas cermat bahasa, aksara, dan sastra Bali yang pertama kali.

“Selama ini belum pernah ada instansi pemerintah maupun swasta melaksanakan Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widya Tarka) Susastra Bali. Karena itu, Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widya Tarka) Susastra Bali Tahun 2021 merupakan perintis dan semoga dapat terus dikembangkan dalam berbagai ajang dan kesempatan pada tahun-tahun mendatang,” ujar anggota DPRD Provinsi Bali dapil Jembrana itu.

Imbuhnya, Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widya Tarka) Susastra Bali Tahun 2021 yang dilaksanakan merupakan bentuk implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” serta implementasi Perda Bali Nomor 1 Tahun 2018 dan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018. Lomba tersebut bertujuan meningkatkan literasi generasi muda krama Bali dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, yaitu berkualitas dan berintegritas: bermutu, profesional dan bermoral, serta memiliki jati diri kokoh berbasis nilai kearifan lokal Bali yang dikandung dalam bahasa, aksara, dan sastra Bali.

Bahasa Bali sebagai bahasa daerah terangnya bertumbuh kembang dalam kehidupan masyarakat Bali berkedudukan sebagai kekayaan budaya nasional yang harus dihormati dan dipelihara keberadaannya. Bahasa Bali memiliki fungsi integral sebagai lambang kebanggaan dan identitas suku Bali; alat komunikasi dan ekspresi keluarga suku Bali; serta pendukung kebudayaan Bali dan agama Hindu. Bahasa Bali memiliki kekuatan mistik primordial dalam segala macam ritual dan praktik religius di Bali.

Jelasnya, penggunaan bahasa Bali dalam sebuah ritual verbal adalah untuk mengukuhkan makna tradisional dan menjamin adanya kohesi kultural. Akan tetapi, kohesi kultural yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui bahasa Bali semakin memudar, bahkan rapuh, karena terjadi pergeseran sikap bahasa dan sikap budaya masyarakat Bali, baik yang diakibatkan oleh desakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara maupun bahasa asing dan budaya global.

“Karena itu, Lomba Cerdas Cermat (Utsawa Widya Tarka) Susastra Bali Tahun 2021 merupakan langkah strategis serta bentuk kepedulian PDI Perjuangan dalam mengantisipasi dinamika perubahan masyarakat Bali yang berdampak pada eksistensi bahasa, aksara, sastra Bali; serta sekaligus mengembalikan Bali sebagai pusat peradaban dunia atau Bali Padma Bhuwana,” tutupnya. (tim/bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker