Kesehatan

8 Hari 60 Tewas, Prof. Mahardika: Tak Bisa Ditawar, Bali Harus Di-Lockdown!

DENPASAR, BaliPolitika.ComSaya berteriak pada kaum tuli-bisu. Tetaplah dengan jabatan itu walau tak berguna. 7 Agustus Bali seharusnya lockdown kembali. 7 September fatalitas Covid-19 awal bulan saja lebih dari 40 orang (48, red). Tetap tak mau mendengar? Wer zu spaet kommt, den bestraft das Leben (Gorbachov). Ia yang terlambat akan dihukum oleh kehidupan,” tulis Profesor Virology and Molecular Biology Universitas Udayana, Profesor. Dr. Drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Senin (7/9/2020).

Sang pakar virus kelahiran Jembrana ini menegaskan Bali harus segera di-lockdown untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran virus dan korban jiwa. “Bali mesti segera di-lockdown,” tegasnya sembari menunjukkan tabel yang menampilkan pergerakan virus SARS Cov-2. “Moving average 5 hari (putus-putus) dan 10 hari (garis lurus) angka kasus positif (biru) dan angka kematian (oranye) pandemi Covid-19 di Bali. Interpretasi trend meningkat tajam. Mengkhawatirkan. Data kedua adalah tingkat hunian rumah sakit. Bali juara. Rumah sakit penuh,” ungkapnya, Selasa (8/9/2020)

Keputusan apa yang harus diambil pemerintah? Prof. Mahardika menjawab lockdown segera. Pemerintah dan stakeholder terkait juga harus membenahi sistem kesehatan masyarakat segera. “Bantu warga yang tak mampu. Jaga tetangga. Desa adat ambil peran kunci. Pemerintah menyediakan logistik. Kesehatan yang utama. Tak bisa ditawar. Jika tetap tak hirau dengan data, tugas saya telah saya lakukan,” tegasnya. (bp)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
You cannot copy content of this page
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker