Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Kesehatan

Flu Burung Mengganas, Bandara Ngurah Rai Pelototi Pintu Masuk Bali

CEGAH PENULARAN: Awasi kasus flu burung, Bandara I Gusti Ngurah Rai perketat pengawasan pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Pulau Dewata.

 

BADUNG, Balipolitika.com- Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tingkatkan pengawasan terhadap Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Hal tersebut dilakukan atas terdapatnya sejumlah kasus flu burung di luar negeri.

“Kami senantiasa melakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar terkait dengan adanya sejumlah kasus flu burung di luar negeri,” kata General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai- Bali, Handy Heryudhitiawan.

“Fasilitas untuk pengawasan pelaku perjalanan dari luar negeri, seperti thermal scanner untuk pendeteksi awal kondisi kesehatan dari suhu tubuh selalu berjalan dengan baik dan selalu dilakukan pengawasan terhadap penumpang atau bahkan petugas yang melintas. Saat ini terdapat lima unit thermal scanner yang ditempatkan satu unit di akses kedatangan penumpang internasional, dua unit berada di area keberangkatan internasional, dan dua unit berada di area keberangkatan domestik,” lanjutnya.

Handy menambahkan, bahwa hingga saat ini belum terdapat kebijakan khusus terhadap pelaku perjalanan luar negeri yang datang ke pulau Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Apabila ditemukan orang dengan suhu di atas normal, tentunya yang bersangkutan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh petugas. Tidak ada perlakuan atau jalur khusus terhadap penumpang yang berasal dari negara yang telah terdeteksi ada kasus flu burung, mengingat mitigasi telah dijalankan oleh stakeholder terkait,” Ujar Handy.

Lebih lanjut, tidak terdapat penurunan jumlah penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai semenjak pertama kali diumumkan kasus flu burung.

“Dengan adanya informasi mengenai flu burung, tidak ada penurunan trafik. Berdasarkan data, trafik tetap menunjukkan trafik yang stabil dengan rata-rata melayani 47-48 ribu penumpang domestik maupun internasional,” tutup Handy. (bp)

Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!