Kesehatan

Waspada, WHO: Mudah Menular, Subvarian Omicron XBB Tembus Kekebalan dari Vaksin

WASPADA, WASPADA, WASPADALAH: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan bahwa varian XBB terdeteksi di total 26 negara, termasuk di Inggris, Italia, Prancis. 

 

DENPASAR, Balipolitika.com- Mungkin Anda bertanya-tanya kenapa banyak orang yang meskipun divaksin 3 kali alias booster masih terinfeksi varian Covid-19 akhir-akhir ini.

Tanpa gejala demam, tiba-tiba mereka divonis terinfeksi virus yang meluluhlantakkan perekonomian Bali dua tahun terakhir.

Diketahui bahwa pasien yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti diabetes, jantung, dan sejenisnya kini wajib mengencangkan ikat pinggang alias waspada.

Pasalnya kini muncul varian baru Covid-19, yakni XBB yang merupakan salah satu subvarian omicron yang mampu menembus kekebalan dari vaksin maupun infeksi sebelumnya.

Meski demikian, ditegaskan bahwa perlindungan dari vaksin tetap sangat bermanfaat karena membuat penderita hanya mengalami gejala ringan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan bahwa varian XBB terdeteksi di total 26 negara, termasuk di Inggris, Italia, dan Prancis.

Gejala awal Covid-19 varian baru ini bukan demam. Salah satu gejala yang dilaporkan dialami pasien Covid subvarian Omicron baru adalah merasa lelah bahkan saat bangun di pagi hari dari tidur yang nyenyak.

Selain mudah lelah, gejala lain yang turut dilaporkan adalah sakit tenggorokan bila dibandingkan dengan flu biasanya.

Perlu menjadi perhatian, sebab varian baru Covid-19 jenis XBB diduga menjadi penyebab lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia sejak November 2022.

Melihat tren kenaikan kasus saat ini, Kementerian Kesehatan memprediksi puncak Omicron akan terjadi pada akhir tahun 2022.

Selain demam atau menggigil, batuk, sesak napas atau napas singkat, serta badan lemas dan mudah lelah, varian baru Covid-19 jenis XBB juga ditandai nyeri otot dan tubuh, sakit kepala, kehilangan indera perasa atau penciuman, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, mual atau muntah, dan diare.

Masyarakat wajib meningkatkan kewaspadaan. Juru Bicara Kemenkes Muhammad Syahril menyebut penularan subvarian Omicron XBB cenderung lebih mudah dibanding subvarian Omicron lainnya. (bp)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button