PuisiSastra

Puisi-Puisi Hadad Fauzi Musthofa

Ilustrasi: Saka Rosanta

 

Orang-Orang

Dilahirkan oleh takdir Tuhan
Di muka bumi ini, dengan tangis, tawa, bahagia bahkan duka sekalipun
Dari tidak bisa apa-apa sampai bisa apa-apa lalu dan kembali lagi
Demikian itu, lentik jarum jam terus berputar, ia berdendang tiada henti
Siang berganti malam, ke pagi dan ke malam lagi terus saja begitu
Dunia ini bak taman bunga, secawan madu pada bunga bermekaran,
juga seganas serangga memakannya.

Cirebon, September 2022

 

Menjadi Cerita

 

Kita, tidak jauh-jauhnya melangkah pada arah yang kita mau
Langkah itu menyusuri alamat baru
Yang banyaknya cerita kita dapat

Bicara dengan hati penuh dengan rasa
Mendengar dengan baik
Melihat dengan bijak

Setiap tempat dari persinggahan itu
Akan menapaknya jejak baru
Dan abadinya menjadi cerita

Cirebon, September 2022

 

Laki-laki di Balik Pintu

Rumah itu, mewah nan megah
Banyak tanaman hias di depannya
Berjejer sandal-sandal pada lantai berwarna hijau
Penghuninya, hanya seorang laki-laki
Yang hanya tidur sendirian, tetapi rumahnya selalu menjadi persinggahan anak-anak
Setiap hari ia mengajar, akan ilmu yang ia punya
Keluwesan hati, sikap dan bicaranya
Lembut terasa dan anak-anak itu betah didapat

Cirebon, September 2022

 

Masa Kini

Suara yang lantang, sorak yang gemuruhnya jiwa
Wajah-wajah memerah, tangan mengepal
Setiap sudut penuh dengan ketidaktenangan

Hatinya menggumpal, bertumpuk.
Matanya melihat kanan-kiri
Telinganya terbuka lebar-lebar,
hingga bicaranya terdengar
pada semua mata angin.

Cirebon, September 2022

 

Seuntai Rindu

 

Boleh jadi, tidak bertemu adalah sebabnya
Tidak saling sapa juga
Senyum yang jauh, suara yang jarang terdengar
Harum yang kian pudar, itu semua sebabnya

Sekian banyaknya pikiran, salah satunya yang kuat adalah kamu
Mengakar dalam-dalam, menghujam erat
Merasuk kepada relung terdalam

Suara di dalam kesunyian,
yang terhempas oleh keinginan,
yang benar-benar dalam
Tak terhitung jumlahnya
Namun nyata adanya

Cirebon, September 2022

BIODATA

Hadad Fauzi Musthofa, lahir di Cirebon, 04 Maret 2001. Tulisannya dimuat dalam antologi Terbungkam Dalam Lafadz (2019), Jendela Aswaja, Negeri Kertas, Monologkita17, Bali Politika.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker