Gaya HidupKuliner

532 Pengawas Pangan Sukseskan Puncak KTT G20

TERIMA KASIH BPOM: Pengukuhan inspektur pangan pada 14 November 2022 merupakan upaya berkelanjutan Badan POM dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas inspektur pangan se-Indonesia. 

 

DENPASAR, Balipolitika.com Ternyata ada 532 orang pengawas makanan yang diterjunkan selama perhelatan puncak KTT G20 yang dipusatkan di Nusa Dua, Bali, 15-16 November 2022.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, Penny K. Lukito mengukuhkan pengawas pangan atau Food Inspector ini sekaligus melepastugaskan Tim Food Security KTT G20 yang secara intensif mengawal keamanan pangan tamu negara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

532 pengawas pangan yang terdiri dari 328 pengawas pangan dasar, 135 pengawas pangan muda, dan 69 pengawas pangan madya yang ada di pusat dan unit pelaksana teknis BPOM se-Indonesia.

“Dengan begitu, terdapat penambahan sebanyak 129 orang pengawas pangan nasional BPOM dibandingkan tahun 2019,” jelas Kepala BPOM.

Imbuhnya pengukuhan pengawas pangan menjadi salah satu pendukung dalam melakukan pengawalan keamanan pangan pada serangkaian kegiatan KTT G20.

Badan POM dipercaya untuk mengawal keamanan pangan pada rangkaian kegiatan KTT G20, sebagaimana tersebut dalam Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2022.

BPOM mengawal keamanan pangan sejak awal rangkaian forum G20 di Indonesia, yaitu dari kegiatan pertemuan tingkat menteri.

Terdapat 18 pertemuan tingkat menteri yang menjadi fokus pengawalan keamanan pangan, selain pada puncak pelaksanaan KTT G20 di Nusa Dua, Bali.

BPOM menugaskan sebanyak 120 orang Food Inspector dan 70 orang anggota Food Security Team dalam mengawal keamanan pangan sepanjang rangkaian acara G20 di berbagai daerah.

Food Security team BPOM yang bertugas khusus mengawal sajian bagi kepala negara ditempatkan di seluruh titik lokasi kegiatan KTT G20, yaitu 4 lokasi utama, yakni Hotel Apurva Kempinski, Sofitel Resort, Garuda Wisnu Kencana, dan Taman Hutan Raya.

Termasuk 18 hotel lainnya yang digunakan sebagai penginapan tamu negara serta titik kedatangan di Bandara I Gusti Ngurah Rali.

Pengawalan keamanan pangan yang dilakukan meliputi sampling, pengujian, dan kitchen inspection pada hotel dan venue acara, dan pengawalan keamanan pangan terhadap pangan olahan yang diberikan sebagai souvenir acara dan atau dipamerkan.

Sebelumnya, BPOM telah melaksanakan beberapa kegiatan untuk mendukung kesiapan pengawalan keamanan pangan KTT G20, yaitu (1) Refreshment Training untuk Food Security Team dan Food Inspector; (2) UMK Camp Virtual; (3) Pertemuan Koordinasi Teknis lintas sektor terkait; (4) Stikerisasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan (SMKPO) Peredaran Pangan; (5) Kitchen Inspection; serta (6) Keikutsertaan pada Apel Gelar di Lapangan Kreneng, Bali untuk koordinasi terkait teknis pelaksanaan KTT G20.

Selama menjalankan tugas di Nusa Dua Bali, Tim Food Security sangat antusias dan penuh semangat melakukan pengujian terhadap keamanan pangan tamu negara dengan hasil pengawalan yang sangat membanggakan.

Keamanan pangan sangat terjaga sampai selesainya KTT G20. Selamat untuk suksesnya KTT G 20. Sukses selalu untuk Indonesia.  (bp)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button