Politik

Pariwisata Bangkit, Fraksi Badung Gede Harap Hibah Dewan Segera Cair

WAKILI FRAKSI BADUNG GEDE: I Made Wijaya saat membacakan PU Fraksi Badung-Gede dalam Sidang Paripurna DPRD Badung, Rabu, 10 Agustus 2022.

 

MANGUPURA, Balipolitika.com- Fraksi Badung Gede memberikan 10 catatan terhadap Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) Badung dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Badung Tahun Anggaran (TA) 2022.

10 catatan tersebut dituangkan dalam Pemandangan Umum (PU) yang dibacakan I Made Wijaya pada Sidang Paripurna DPRD Badung, Rabu, 10 Agustus 2022.

Wijaya mengatakan penjelasan Bupati Badung dapat dipahami dengan baik.

“Namun kami dari Fraksi Badung Gede memberikan pandangan berupa saran, masukan, dan pendapat. Pertama terkait proyeksi target perubahan pendapatan daerah yang mengalami tren peningkatan yang cukup baik dan sangat menjanjikan, yakni naik sebesar Rp 676.779.978.957,00 terutama pada aspek Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya.

Rincinya, PAD Badung sebelumnya Rp2.081.220.339.506,00 meningkat menjadi Rp2.756.145.537.463,00 atau naik sebesar Rp674.925.197.957,00.

Ditambah penerimaan pembiayaan berupa Silpa tahun sebelumnya dan penerimaan pinjaman daerah, sehingga penerimaan daerah mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp882.404.717.248,00.

“Kenaikan yang signifikan ini, sudah tentu sebagai dampak pertumbuhan industri pariwisata yang seiring dengan perhelatan G20 ditahun 2022 yang patut kita syukuri bersama. Yang belum kami ketahui bagaimana kondisi pariwisata pasca perhelatan G20 dilaksanakan. Untuk itu, kami tidak henti-hentinya mendorong semua pihak untuk berinovasi meningkatkan pendapatan daerah, sehingga pokok-pokok pikiran baik yang melalui hibah maupun kegiatan yang difasilitasi oleh dewan tidak tereliminasi ditengah jalan,” terangnya.

Catatan kedua, terang Made Wijaya berdasarkan dokumen belanja pada rancangan perubahan kebijakan umum apbd serta perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD Kabupaten Badung tahun anggaran 2022 dirancang sebesar Rp 4.085.062.831.200,00 meningkat sebesar Rp.832.404.717.248,00 atau naik 25,59% dari apbd induk tahun anggaran 2022.

“Melihat kenaikan belanja pada perubahan cukup besar kami berharap pada pemerintah untuk dapat mengimplementsikan program kegiatan dan hibah untuk masyarakat yang difasilitasi oleh anggota dewan mendapat prioritas dalam pencairannya, yakni dimohon dapat dilaksanakan setelah rapat paripurna perubahan kebijakan umum APBD serta perubahan prioritas plafon anggaran sementara tahun anggaran 2022 ini,” tandasnya. Fraksi Badung Gede juga mengingatkan eksekutif tunduk mengikuti aturan yang ada, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan agar kualitas output pekerjaan dapat terjaga.

Keempat terkait urusan pemerintah bidang pekerjaan umum dan penataan ruang.

Ungkapnya dalam rancangan perubahan TA 2022 mendapat alokasi anggaran cukup signifikan dalam batas waktu yang begitu terbatas.

Ia berharap dapat terserap dengan baik sebab dalam semester pertama daya serapnya belum maksimal.

Program penanganan sampah berbasis sumber juga menjadi perhatian Fraksi Badung Gede.

Termasuk pengalokasian belanja daerah sesuai dengan kebijakan prioritas pada tematik tahunan mengacu RKPD.

Eksekutif juga diminta lebih peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat saat ini.

“Kami berharap agar semua perangkat daerah mampu mencapai target yang direncanakan, sebagai konsekuensi alokasi anggaran yang diterima. Namun, kami mengapresiasi kepada Pemkab Badung yang telah mengalokasikan anggaran untuk pemenuhan hak-hak ASN, PPPK, dan TK2D pada perubahan prioritas,” tutupnya. (bp)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker