Alam Lestari

Jaga Pasokan Oksigen Dunia, Masyarakat Sanur Kembali Tanam Terumbu Karang

DUKUNG PROGRAM JOKOWI: Aktivitas penanaman terumbu karang di Pantai Mercure Sanur Bali, Minggu, 3 Juli 2022.

 

DENPASAR, Balipolitika.com- Oksigen sangat dibutuhkan makhluk hidup bukan hanya untuk bernafas tapi juga untuk membantu perombakan makanan dalam tubuh.

Penghasil oksigen terbanyak di bumi sebenarnya berasal dari laut yang dihasilkan oleh mikroorganisme kecil yang bernama fitoplankton.

Dikutip dari akun resmi sosial media Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), fitoplankton disebut penyumbang sumber oksigen di bumi hingga 85 persen.

Transplantasi atau menyelamatkan terumbu karang yang rusak merupakan salah satu upaya menjaga kelangsungan hidup meikroorganisme ini.

Namun, dengan dalih demi energi terbarukan, sumber penghasil oksigen yang paling penting bagi kelangsungan hidup umat manusia terancam.

Proyek Pembangunan Terminal LNG yang akan dilakukan di kawasan Mangrove.

Setidaknya akan dilakukan dredging alias pengerukan sebanyak 3.300.000 meter kubik.

Dalam pengerukan yang akan dilakukan untuk kebutuhan alur laut kapal tersebut.

Sedikitnya 5 hektaran terumbu karang akan musnah jika beracuan pada peta indikatif terumbu karang RZWP3K Bali.

Selain menghasilkan oksigen, ekosistem terumbu karang yang hidup di dekat pantai memiliki fungsi memberikan perlindungan bagi berbagai properti yang ada di kawasan pesisir dari ancaman pengikisan oleh ombak dan arus.

Sadar akan pentingnya oksigen bagi umat manusia dunia, Indonesias, khususnya Bali, masyarakat Intaran Sanur sangat aktif dalam menanam dan merawat terumbu karang sebagai bentuk melestarikan ekosistem di perairan.

Ekosistem terumbu karang adalah ekosistem yang mengandung sumber daya alam yang dapat memberi manfaat besar bagi manusia.

Dari itu diperlukan kearifan manusia untuk mengelolanya, yang bisa menjadikan sumber daya alam ini menjamin kesejahteraan manusia sepanjang zaman.

Kompak merawat terumbu karang demi menjaga pasokan oksigen dunia, sejumlah elemen masyarakat Sanur untuk kesekian kalinya kembali melakukan penanaman terumbu karang di Pantai Mercure Sanur Bali, Minggu, 3 Juli 2022.

Sebagaimana diketahui, untuk menjaga menjaga kesehatan lingkungan perairan tertutama laut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI membagikan cara sederhana untuk memulai lestarikan alam laut.

  1. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak ke sungai
  2. Tidak melakukan illegal fishingterutama dengan bahan kimia berbahaya
  3. Mendaur ulang limbah industri pabrik sebelum membuangnya
  4. Tidak mencemari laut
  5. Menjaga kestabilan suhu guna mengurangi dampak perubahan iklim
  6. Transplantasi terumbu karang (bp)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker