Politik

Dengar Suara Rakyat Indonesia, Prabowo-Puan Makin Kompak

SILATURAHMI ELIT POLITIK: Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengabadikan kemesraan bersama Menteri Pertahanan Republik Indonesia merangkap Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya, Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketua DPR RI, Puan Maharani di Jalan Teuku Umar No. 27 Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 9 Mei 2022.

 

JAKARTA, Balipolitika.com- Momen Lebaran Tahun 2022 dimanfaatkan sejumlah elit politik untuk saling mengunjungi dan bersilaturahmi di bulan penuh berkah. Yang terbaru, Presiden RI Jokowi menyambangi kediaman Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar No. 27 Menteng, Jakarta Pusat. Sebelumnya, Ketua DPR RI, Puan Maharani mengunjungi Menteri Pertahanan Republik Indonesia merangkap Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya, Gerindra, Prabowo Subianto yang sebelumnya juga bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi.

“Para elit ini harus selalu bertemu, baik Pak Jokowi, Ibu Megawati, Pak Prabowo. Bertemu untuk kemudian membicarakan persoalan-persoalan kebangsaan. Silaturahmi ini menjadi penting untuk menjaga stabilitas bangsa,” kata pengamat politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, Danis TS Wahidin. Bukan cuma tiga serangkai tersebut, namun elit politik lain dari partai politik berbeda yang merupakan mitra strategis pemerintah.

Ungkapnya pertemuan Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri seperti yang disebutkan Puan Maharani dalam unggahan instagramnya membahas hal-hal strategis. “Harapannya, bukan sekedar basa-basi politik, namun pertemuan ini diharapkan bisa membawa kebaikan dalam berbangsa dan bernegara. Terlebih saat ini Indonesia masih dilanda berbagai permasalahan,” sambung Danis TS Wahidin.

Ditambahkannya, Jokowi lebih memunculkan diri sebagai seorang presiden yang akomodatif dan menyelesaikan permasalahan kebangsaan, ekonomi, misalnya minyak, dan permasalahan lainnya. Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Survei Indodata ini meyakini jika pemerintah kompak dengan elit politik, maka ke depan pemerintah akan lebih bisa mendengar suara rakyat.

“Memang harus mendengar aspirasi masyarakat, permasalahan yang ada, dan menciptakan kebijakan yang akomodatif. Tidak diskriminatif. Lalu fokus pada masalah kita, yaitu, masalah ekonomi, pendidikan, stabilitas, keamanan, dan lain sebagainya,” tutup Danis TS Wahidin. (rls/bp)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker