Ekbis

Turun 15 Kg Dipukul Covid-19, Amitaba Boyong Pemangku Sukawati Darma Yatra ke Lombok

PERJALANAN SUCI: Direktur Utama PT BPR Sukawati Pancakanti (BPR Kanti), I Made Arya Amitaba, SE, MM. (2 dari kanan depan) bersama keluarga dan para pemangku usai sembahyang di Pura Awet Muda Narmada, Jumat (29/4/2022).

 

LOMBOK, Balipolitika.com- PT BPR Sukawati Pancakanti (BPR Kanti) tulus ngayah menjadi “Bank Sahabat Anak Negeri”. Bakti kepada para pinandita khususnya Jero Mangku, BPR Kanti yang dinakhodai I Made Arya Amitaba, SE, MM memboyong Jero Mangku I Nyoman Rina, Jero Mangku I Made Werdi, Jero Mangku I Nyoman Budiarsa, Jero Mangku I Made Sabda, Jero Mangku I Wayan Bagiastra, Jero Mangku I Wayan Asmara, Jero Mangku I Nyoman Rojo, Jero Mangku I Nengah Astawa, dan Mangku I Wayan Subrata melaksanakan Dharma Yatra ke sejumlah pura suci di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Selain pemangku, dalam Dharma Yatra ke Lombok ini, Bank BPR Kanti juga memboyong Ketua Koordinator Bendesa se-Kabupaten Gianyar, Bendesa Adat Sukawati, Kelihan Adat, Prajuru Desa, utusan pura, Sabha Desa, awak media, dan karyawan serta keluarga BPR Kanti.

Dharma Yadnya BPR Kanti ke Pura Dangkahyangan Jagat Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Pura Awet Muda Narmada, Pura Lingsar, Pura Penataran Agung Rinjani, Pura Batu Bolong, dan Pura Gunung Sari.

“Saya perkenalkan Beliau (I Made Arya Amitaba, SE, MM, red) dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat. Beliau melakukan perjalanan suci bersama rombongan kepada Lombok. Luar biasa Bapak Amitaba. Semoga perjalanan suci ini membawa sinar yang luar biasa,” ucap Jero Mangku Gede Wenten. Sebagai ucapan selamat datang di Lombok, pria asli Bubunan, Buleleng yang merantau sejak 1976 itu mengajak ratusan rombongan BPR Kanti menikmati nuansa magibung khas Lombok. Ternyata ada aturan sakral yang mengiringi prosesi makan bersama ini.

“Beliau (Jero Mangku Gede Wenten, red) tokoh terkemuka. Ketua Tim Penyelaras Gubernur NTB. Saat persiapan MotoGP lalu, kami diterima di bandara. Gubernur NTB senang dengan kehadiran BPR Kanti di NTB yang memberikan modal kerja. Pandemi Covid-19 memberikan dampak sangat berat bagi perbankan. Lembaga keuangan sangat berat menyalurkan kredit. Hal inilah yang menjadi salah satu pintu masuk BPR Kanti hadir di Nusa Tenggara Barat,” ucap Amitaba.

Amitaba menjelaskan ekspedisi Dharma Yatra ke Lombok diawali peristiwa 3 tahun silam saat BPR Kanti menghaturkan ayah-ayahan ring Pura Er Jeruk, Gianyar. Tahun 2019, BPR Kanti menghaturkan wastra kepada Jero Mangku. Ketika menyerahkan para pemangku tidak mau menerima, karena yang memberikan tidak mau memberikan. Akhirnya kami mesadu ajeng dan diterima.

“Perwujudan sembah bhakti berupa Rsi Yadnya, pada saat itu, kami ingin mengajak Jero Mangku Tirta Yatra ke Lombok. Wujudkan niat ke Lombok semakin kuat awal Januari 2022. Tidak ada maksud merayakan ulang tahun ke-50 Amitaba di sini. Tidak ada,” ungkap sosok humoris yang di awal pandemi sempat mengalami tekanan luar biasa hingga berat badannya turun 15 kg. Tak hanya itu, Amitaba pun mengaku sempat berada di bawah pengawasan dokter jiwa selama 3 bulan.

“Covid-19 membuat saya melewati 2 kelahiran dalam 1 kehidupan. Oleh karena itu, saya meyakini betul betapa pentingnya kita melayani. BPR Kanti siap berbagi, membantu, dan melayani Sameton Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok,” terangnya. (bp)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker