Politik

Beringin Bali Kecantol Alpukat Cuba

BUDIDAYA EKSPOR: Sugawa Korry serahkan bibit alpukat kepada petani di Desa Pengeragoan, Jembrana, Sabtu (4/12/2021) lalu.

 

JEMBRANA, BaliPolitika.Com- Golkar Bali menggelar penanaman bibit alpukat jenis ekspor di Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Sabtu (4/12/2021). Agenda yang melibatkan jajaran pengurus Partai Golkar Bali, Golkar Jembrana, serta Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Petani Golkar Bali (BP3G) itu merupakan pengamalan doktrin karya dan kekaryaan

Ketua DPD Golkar Bali, Dr. I Nyoman Sugawa Korry menyebutkan ini adalah bentuk komitmen Golkar Bali untuk mewujudnyatakan keseimbangan baru struktur ekonomi Bali ke depan. Komitmen nyata ini terus digenjot di tengah-tengah pandemi Covid-19 untuk memastikan harapan hidup lebih baik bagi masyarakat, khususnya petani.

“Kalau sebelumnya telah diluncurkan 30.000 bibit vanili, maka hari Sabtu, 4 Desember 2021 di Desa Pengeragoan Kecamatan Pekutatan Jembrana dicanangkan penanaman bibit alpukat jenis Cuba, yang nantinya pasar untuk ekpornya telah disiapkan,” jelas Sugawa Korry.

Rincinya, untuk tahap pertama 5.000 bibit telah disiapkan dan diberikan kepada petani yang  pencanangannya disaksikan oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), Ketua DPD  Golkar Jembrana Made Suardana bersama jajaran fraksi dan pengurus, serta Ketua Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Petani Golkar Bali Jro Tesan, Kepala Desa Pengeragoan dan Gumbrih, Kelian-Kelian subak dan kelompok-kelompok petani beserta warga masyarakat.

Sugawa Korry menegaskan gerakan penanaman alpukat jenis unggul ini akan terus dikembangkan di seluruh Bali, terutama bagi kelompok-kelompok tani yang kondisi lahannya cocok. Bibitnya dibelikan secara gratis, dan asosiasi eksportir buah yang berkoordinasi dengan ketua BP3GB. Golkar siap menampung dan memasarkan produksinya melalui jalur ekspor, sebagaimana produk buah manggis saat ini.

“Bagi Partai Golkar, langkah ini diambil karena sejalan dengan rumusan webinar Partai Golkar pada November 2020 yang merumuskan pembangunan ekonomi Bali ke depan hendaknya diwujudkan keseimbangan baru struktur Ekonomi Bali, melalui keseimbangan peran sektor pertanian (primer), industri pengolahan dan industri kecil berbasis lingkungan serta sektor jasa atau pariwisata (tersier),” ungkapnya.

Oleh karena itu, Sugawa Korry menekankan sesuai penguasaan lahan rata-rata petani Bali, maka layak dikembangkan komoditi bernilai tinggi dan berorientasi ekspor seperti vanili, alpukat, manggis, dan sejenisnya. Dalam waktu bersamaan sekaligus mendorong petani berproduksi dan didukung kesiapan pasar ekspor adalah langkah strategis, di samping mulai disiapkan dukungan industri pengolahan.

“Kami berharap kelompok-kelompok tani yang berminat bisa menindaklanjuti. Kami siap memberikan fasilitasi dan bimbingan. Kami sangat bergembira karena kelompok-kelompok tani dan subak-subak menyambut antusias program ini. Kami berusaha secara bertahap memenuhi harapan mereka untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani karena hal tersebut sangat sejalan dengan doktrin karya dan kekaryaan Partai Golkar,” tegas Sugawa Korry. (bp)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker